Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis ke posisi Rp 12.633 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.635 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 6,156 poin (0,12%) ke level 5.309,128 akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berada di posisi 5.275,08. Melemah 40,2 poin (0,76%) menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sepanjang perdagangan. Posisi terendah yang sempat disinggahi IHSG hari ini ada di level 5.254,036.
Menutup perdagangan, Kamis (5/2/2015), IHSG anjlok 35,389 poin (0,67%) ke level 5.279,895. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,410 poin (1,02%) ke level 910,939.
Investor asing tidak terlalu banyak bertransaksi hari ini. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 89,338 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.130 kali dengan volume 5,04 miliar lembar saham senilai Rp 6,881 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 167 turun, dan 111 saham stagnan.
Bursa-bursa regional sore hari ini menutup perdagangan dengan mixed cenderung melemah. Hanya bursa saham Hong Kong yang masih bertahan positif.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 174,12 poin (0,98%) ke level 17.504,62.
- Indeks Hang Seng naik 85,73 poin (0,35%) ke level 24.765,49.
- Indeks Komposit Shanghai anjok 37,59 poin (1,18%) ke level 3.136,53.
- Indeks Straits Times turun 15,83 poin (0,46%) ke level 3.401,74.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 35.250, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 18.000, Matahari (LPPF) turun Rp 425 ke Rp 14.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 16.325.
(ang/hds)











































