Rp 1 Miliar Dibawa Kabur Broker, Nasabah Forex: Saya Bodoh, Percaya Begitu Saja

Rp 1 Miliar Dibawa Kabur Broker, Nasabah Forex: Saya Bodoh, Percaya Begitu Saja

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 17 Feb 2015 15:15 WIB
Rp 1 Miliar Dibawa Kabur Broker, Nasabah Forex: Saya Bodoh, Percaya Begitu Saja
Jakarta -

Nasib malang dialami Agung Sabarkah. Warga Sleman, Yogyakarta, berusia 44 tahun ini terpaksa harus gigit jari. Uang perusahaan tempat ia bekerja yang diinvestasikan di bursa berjangka lenyap tanpa bekas.

Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 1,3 miliar. Uang tersebut ia percayakan untuk ditransaksikan di instrumen foreign exchange (forex) melalui jasa PT Rex Capital Futures (RCF).

"Saya sih awalnya tidak begitu mengerti tentang ini, tapi marketing menjelaskan detil dan mudah dipahami. Pembayaran dengan rekening langsung, menjelaskan kalau investasi forex itu bagus, waktu itu yang dia jelaskan masuk akal kalau investasi ada untung, ada rugi. Kita transaksi jual beli dilakukan oleh pialang, dia hanya sebagai pen-deliver saja, saya yang tetap ngasih arahan ke dia," papar dia seraya bercerita kepada detikFinance, Senin (17/2/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung yang merupakan Direktur Operasional PT Anugerah Singgah Sentosa ini mengaku, dirinya memang tak paham seluk-beluk berinvestasi di forex ini. Menaruh kepercayaan tinggi sang marketing yang merupakan sahabat dekat atasannya, Agung pun mulai menginvestasikan dananya, setoran awal mencapai Rp 200 juta pada Oktober 2013.

Semula berjalan normal, Agung pun terus menambah saldonya hingga Rp 1,3 miliar. Desember 2013 hingga Januari 2014 sudah ada pergerakan mencurigakan dari sang pialang. Dana milik Agung tak bisa ditarik dengan alasan transaksi sepi.

Agung pun mulai gusar. Terlebih, dana yang ia investasikan adalah dana operasional perusahaan yang niatnya bisa dikembangkan di instrumen investasi dimaksud.

Alih-alih untung, waktu berlalu, Agung malah buntung, dananya dibawa kabur bersamaan dengan kaburnya para pemilik Rex Capital.

"Saya memang awam. Kenal forex dari marketing. Itu yang saya investasikan uang perusahaan dan saya sudah menyampaikan ke komisaris tentang ini dan ini menjadi tanggung jawab saya," ucap dia.

Agung hanya bisa berjuang untuk melapor ke Bappebti, Kepolisian, dan Menteri Perdagangan atas kasus yang menimpanya. Namun, belum ada hasil yang signifikan.

"Kasus ini membuat saya menderita. Ternyata uangnya dibawa kabur. Setelah masalah ini, saya masih bekerja di tempat yang sama, namun jabatan diturunkan jadi hanya supervisi untuk konsultan mengurusi tour dan travel, umroh, haji," katanya.

Musibah yang dialaminya, membuat Agung berpikir bahwa berinvestasi itu haruslah dengan pemahaman yang mumpuni. Tidak mudah percaya pada orang juga menjadi antisipasinya.

"Saya apatis ternyata sebelum saya sudah banyak kerugian-kerugian karena investasi di sini, saya pun mendengar berbagai informasi sebelumnya. Saya mulai mencari tahu soal Bappebti, soal forex, dan ternyata saya baru ngeh kasus-kasus seperti ini setelah saya nggak bisa tarik dana saya. Saya bodoh, percaya saja karena itu marketingnya sahabat atasan saya bukan orang lain, jadi percaya saja," pungkasnya.

Tiga petinggi RCF diduga telah melarikan dana nasabah hingga Rp 5,097 miliar. Mereka adalah Yanuar Norman Haris (direktur), William Samuel Wijnberg (pemegang saham), dan Silvia Kusumaningrum (komisaris).

Hingga kini keberadaan ketiganya tidak diketahui. Nasabah RCF atas nama Achmad Amir telah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan oleh pengurus RCP ini ke Divisi Krimsus Fismondev Polda Metro Jaya pada 16 Oktober 2014 silam.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads