Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah ternyata membawa 'berkah'. Bank Indonesia (BI) menyebutkan pelemahan rupiah terbukti mampu mendorong ekspor.
BI mencatat rata-rata nilai tukar rupiah pada kuartal IV-2014 adalah Rp 12.444/US$. Melemah 3,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara sepanjang Januari 2015, rata-rata nilai tukar adalah Rp 12.581/US$. Turun 1,21% dibandingkan Desember 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ekspor bakal membaik, tetapi Mirza memperkirakan neraca perdagangan Indonesia beberapa waktu ke depan masih akan defisit. Impor masih sulit dihadang walau rupiah melemah dan dolar 'perkasa'.
"Namun yang membedakan, dulu itu defisit oleh impor barang konsumsi dan BBM. Tapi kalau ke depan, itu dikarenakan pembangunan infrastruktur dan upaya mendorong investasi. Jadi memang akan ada penambahan impor, tapi lebih kepada yang produktif," jelas Mirza.
(hds/hen)











































