Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.830 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.880 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 15,623 poin (0,29%) ke level 5.429,485 setelah kemarin cetak rekor tertinggi. Posisi Indeks sudah masuk area jenuh beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,436 poin (0,23%) ke level 5.432,672 terkena aksi ambil untung. Indeks mulai menjauh dari posisi rekor kemarin.
Aksi jual terjadi hampir di seluruh lapisan saham. Saham-saham komoditas dan konstruksi masih bisa bertahan di zona hijau.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/2/2015), IHSG ditutup naik tipis 6,314 poin (0,12%) ke level 5.451,422. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,618 poin (0,06%) ke level 950,212.
Baru saja IHSG mengukir rekor kemarin, sekarang sudah terpecahkan lagi. Rekor intraday juga terpecahkan hari ini yaitu di level 5.459,068.
Aksi beli investor asing yang membawa IHSG cetak rekor. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 64,31 miliar di seluruh pasar.
Volume dan nilai transaksi hari ini lebih tinggi dari rata-rata harian karena ada transaksi saham PT Solusi Tunas Pratama senilai Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.100 kali dengan volume 6,843 miliar lembar saham senilai Rp 7,651 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 122 turun, dan 97 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mix cenderung menguat sore hari ini. Hanya bursa saham Singapura yang masih melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 200,59 poin (1,08%) ke level 18.785,79.
- Indeks Hang Seng naik 123,78 poin (0,50%) ke level 24.902,06.
- Indeks Komposit Shanghai melesat 69,52 poin (2,15%) ke level 3.298,36.
- Indeks Straits Times melemah 17,39 poin (0,51%) ke level 3.423,44.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 284.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 53.800, Intermedia (MDIA) turun Rp 275 ke Rp 3.300, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp 3.950.
(ang/hds)











































