IHSG Berakhir Stagnan, Gagal Cetak Rekor Baru

IHSG Berakhir Stagnan, Gagal Cetak Rekor Baru

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 16:18 WIB
IHSG Berakhir Stagnan, Gagal Cetak Rekor Baru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mencetak rekor baru setelah penguatannya terhambat aksi ambil untung investor asing. IHSG pun berakhir stagnan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.971 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 9,84 poin (0,18%) ke level 5.457,89. Laju IHSG berlawanan dengan Wall Street dan bursa regional yang terjebak di 'jalur merah' karena minimnya sentimen yang bisa menggerakkan pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekor intraday tertinggi IHSG masih belum terpecahkan, yaitu di level 5.499,765 yang diraih pada perdagangan Selasa 3 Maret 2015 lalu. Siang ini IHSG hanya mampu mencapai 5.476,626.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 27,908 poin (0,51%) ke level 5.475,967 dan melirik rekor baru setelah kemarin terkena koreksi cukup tajam. Aksi beli dilakukan investor domestik.

Aksi ambil untung yang dilakukan investor asing semakin ramai menjelang penutupan perdagangan. Indeks yang sempat naik tinggi akhirnya terpaksa melandai.

Menutup perdagangan, Kamis (5/3/2015), IHSG naik tipis 2,888 poin (0,05%) ke level 5.450,947. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,058 poin (0,01%) ke level 946,571.

Dengan penguatan yang tipis IHSG pun gagal cetak rekor baru. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 5.477,831 yang diraih pada Senin 2 Maret 2015.

Saham-saham berbasis komoditas masih bertahan positif, terutama terbantu melemahnya rupiah. Lima sektor bertahan positif, sementara lima sektor lainnya terkena koreksi.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 199,092 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.921 kali dengan volume 5,418 miliar lembar saham senilai Rp 5,385 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 96 turun, dan 102 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan negatif sore ini gara-gara pertumbuhan ekonomi China yang diprediksi melambat tahun ini. Hanya bursa saham Jepang yang masih bertahan positif.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 48,24 poin (0,26%) ke level 18.751,84.
  • Indeks Hang Seng anjlok 272,34 poin (1,11%) ke level 24.193,04.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 31,06 poin (0,95%) ke level 3.248,48.
  • Indeks Straits Times melemah 10,62 poin (0,31%) ke level 3.404,91.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 17.950, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 450 ke Rp 12.450, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 450 ke Rp 5.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 26.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 12.000 ke Rp 268.000, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 385 ke Rp 2.265, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 175 ke Rp 14.375, dan Matahari (MPPA) turun Rp 160 ke Rp 4.065.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads