Namun pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di posisi Rp 13.215. Ini menjadi salah satu penyebab aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 1 triliun dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 43,362 poin (0,79%).
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, para investor saham mulai menjauhi saham-saham yang berpotensi rugi akibat pelemahan rupiah dengan melakukan aksi jual. Pelemahan rupiah ini memang sudah mengkhawatirkan investor pasar modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, investor memilih melakukan aksi jual untuk mengantisipasi terus melemahnya nilai tukar rupiah.
"Misalnya dia punya saham di perusahaan yang bahan bakunya impor, itu kan berpengaruh karena rupiah melemah. Ketika rupiah turun terus, ini sampai kapan? Mereka pilih langsung jual daripada rugi," terangnya.
Melihat hal itu, Reza memperkirakan gerak IHSG dalam jangka pendek setidaknya dalam 1-2 bulan ke depan akan cenderung melemah. Bahkan bukan tidak mungkin IHSG akan meninggalkan kisaran 5.400.
"Pelemahan IHSG bisa mencapai 5.305 sampai 1-2 bulan ke depan. Faktornya pelemahan rupiah, dampak negatif Eropa, dan ekspektasi kenaikan bunga The Fed," tuturnya.
(drk/hds)











































