Setelah sempat agak 'jinak', dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah. Saat ini, dolar AS kembali diperdagangkan di Rp 13.200.
Mengutip data perdagangan Reuters, saat pembukaan pasar dolar AS berada di Rp 13.170. Namun kini menguat lagi ke Rp 13.200.
Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), mengatakan rupiah memang melemah terhadap dolar AS. Namun di hadapan mata uang lain, rupiah masih bisa 'perkasa'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, euro diperdagangkan di posisi Rp 13.885. Melemah dibandingkan saat pembukaan pasar yaitu Rp 13.902.
Mirza menegaskan BI selalu ada di pasar untuk menstabilkan rupiah. Baik di pasar valuta asing (valas) maupun Surat Berharga Negara (SBN).
"BI secara aktif hadir di pasar valas maupun SBN. Mata uang negara lain yang melemah terutama karena problem CAD (Current Account Deficit/defisit transaksi berjalan)," tegas Mirza.
(hds/ang)











































