Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Mar 2015 08:48 WIB

Rekomendasi Saham

IHSG Bakal Bergerak Positif

- detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 26 poin terkena tekanan jual sejak pembukaan perdagangan. Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (18/3/2015), IHSG ditutup berkurang 26,002 poin (0,48%) ke level 5.413,151. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,324 poin (0,46%) ke level 940,665.

Wall Street berakhir positif setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, masih bersabar soal rencana kenaikan suku bunga acuan. Padahal, sudah hampir satu dekade rencana ini digulirkan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melesat 227,11 poin (1,27%) ke level 18.076,19, Indeks S&P 500 melonjak 25,14 poin (1,21%) ke level 2.099,42 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 45,39 poin (0,92%) ke level 4.982,83.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak positif menyambut pernyataan The Fed yang masih bersabar naikkan tingkat suku bunga acuan. Dana asing diprediksi masih akan mengalir ke luar lantai bursa.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 163,37 poin (0,84%) ke level 19.381,11.
  • Indeks Straits Times naik 13,61 poin (0,40%) ke level 3.375,36.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Rabu (18/3) IHSG turun 26 poin (-0,48%) ke level 5.413,15 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 4,3 triliun terkena penurunan harga komoditas lainnya.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. UNVR, PGAS, GGRM, SMGR, dan INTP di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 337,8 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. TLKM, PGAS, BMRI, BBRI, dan UNVR.

Secara teknikal, indeks turun disertai volume dan tutup di bawah MA5 dan mencoba test support sideways. Stochastic, RSI, dan MACD negatif.

Hari ini (19/3) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah di kisaran 5.375-5.450 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ASSA, CPGT, AISA, BISI, dan WIKA.

Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 18 Maret 2015 ditutup melemah 0,48% pada level 5413. Sektor konsumer mengalami koreksi terbesar. Investor asing net sell Rp 405,5 miliar.

Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat setelah The Fed menyatakan ekonomi AS tumbuh moderat dan The Fed akan mengindikasikan suku bunga naik lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Yield US treasury dan dollar AS melemah, sedangkan harga minyak dan emas menguat. The Fed menyatakan akan menunggu pertumbuhan ekonomi mampu mendorong inflasi. The Fed juga menurunkan target Fed Fund Rate pada akhir 2015 menjadi 0,625% dari perkiraan bulan Desember lalu yang sebesar 1,125%.

The Fed menyatakan tidak akan terjadi kenaikan suku bunga pada bulan April dan akan menunggu laju inflasi mencapai target yang ditetapkan serta pasar tenaga kerja mengalami kemajuan.

Janet Yellen menyatakan meskipun The Fed menghilangkan kata sabar dalam menaikkan suku bunga, namun tidak berarti The Fed menjadi tidak sabar untuk menaikkan suku bunga.

Yellen menyatakan The Fed masih akan sangat akomodatif meskipun terjadi kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya. Pasar memprediksi The Fed akan mulai menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang.

Untuk Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5380 — 5471. Rekomendasi: TLKM, BBRI, BBNI, BBCA, ASII, BMRI, JSMR, KLBF.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com