Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan, dividen tersebut setara Rp 8,44 per lembar saham.
"Mengusulkan Rp 23,462 miliar atau 10% dari laba bersih, atau Rp 4,22 per saham sebagai dividen tunai sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rusdi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Kimia Farma yang digelar di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan ini ternyata tidak diterima pemegang saham. Para investor meminta dividen dinaikan jadi 20% dari total laba bersih tahun lalu.
"Kemudian usul dari para pemegang saham untuk menaikkan dividen 20%, dan disetujui para pemegang saham, sisanya 80% untuk kinerja perseroan," ujarnya.
Dengan demikian, dividen yang akan dibagikan sebesar Rp 46,924 miliar dan laba ditahan Rp 187,7 miliar.
(ang/dnl)











































