Setiap tahun, KAEF harus mengimpor bahan baku hingga mencapai Rp 350 miliar. Mengimbangi tingginya biaya operasional, mulai awal tahun ini Perseroan menaikkan harga jual produk-produknya.
Direktur Utama Kimia Farma Arief Budiman mengatakan, pihaknya telah menaikkan harga jual 40 produknya di kisaran 5-12%. Ini untuk mengimbangi tingginya biaya operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menjelaskan, produk-produk miliknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tapi juga pasar ekspor.
Saat ini, sudah ada 17 negara yang menjadi tujuan ekspor, dan direncanakan akan menambah 3 negara lagi di tahun ini yaitu Kamboja dan 2 negara di Afrika.
Sepanjang tahun 2014, angka penjualan ekspor mencapai Rp 47 miliar dan ditargetkan bisa naik hingga Rp 105 miliar di tahun ini.
"Produksi ekspor mudah-mudahan meningkat terutama negara-negara Afrika," ujarnya.
Perseroan telah memasarkan produk seperti Iodine dan Quinine ke Eropa, India, Jepang, Taiwan, dan New Zealand.
Sementara produk-produk Kimia Farma yang mencakup produk jadi dan kosmetik telah dipasarkan ke Yaman, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Sudan, dan Papua New Guinea.
Demikian juga untuk produk-produk herbal yang berasal dari bahan alami juga telah dipersiapkan proses registrasinya untuk memasuki pasar baru seperti Filipina, Myanmar, Pakistan, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain dan Bangladesh.
(drk/ang)











































