Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (13/4/2015), saat ini dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 12.999. Padahal kala pembukaan pasar, dolar AS masih berada di Rp 12.943.
Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, mengatakan penguatan nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir didorong oleh masuknya arus modal ke Indonesia. Pekan lalu, pemerintah menerbitkan obligasi atau surat utang syariah senilai Rp 2,63 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Reza, dolar AS kembali menemukan momentum penguatan karena sentimen negatif dari Yunani. Ketidakpastian soal pencairan dana talangan (bailout) tahap terakhir bagi Yunani sebesar US$ 7,8 miliar (Rp 101,4 triliun) membuat investor kembali 'berburu' dolar AS.
"Kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan nilai Euro membuat laju dolar AS berkesempatan mengalami kenaikan. Rupiah pun kembali terkena imbas sehingga melemah" sebut Reza.
(hds/hen)











































