Triwulan I-2015 sudah dilewati. Para investor sekarang menanti laporan keuangan emiten yang segera dirilis sambil menanti dividen dari tahun buku 2014.
Selain menanti dividen, investor juga menghitung keuntungan dari investasi sahamnya dalam tiga bulan terakhir ini. Saham-saham di sektor mana saja yang tumbuh tinggi, dan mana saja yang malah jeblok?
Enam sektor masih bisa tumbuh, sedangkan empat lainnya melemah. Dari enam sektor yang tumbuh, sektor finansial naik paling tinggi, didorong oleh tingginya kenaikan saham-saham bank berkapitalisasi besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini sektor saham yang turun di triwulan I-2015:
- Agrikultur. Awal tahun 2367,086 dan akhir Maret 2.299,779, turun 2,8%.
- Pertambangan. Awal tahun 1.368,873 dan akhir Maret 1.283,610, jatuh 6,2%
- Industri Dasar. Awal tahun 541,833 dan akhir Maret 481,767, anjlok 11%.
- Infrastruktur. Awal tahun 1.156,630 dan akhir Maret 1.100,748, berkurang 4,8%.
Sementara sektor saham yang kinclong dalam tiga bulan terakhir:
- Aneka Industri. Awal tahun 1.300,555 dan akhir Maret 1.452,684, menguat 11,6%.
- Konsumer. Awal tahun 2.205,275 dan akhir Maret 2.335,958, naik 5,9%.
- Konstruksi. Awal tahun 532,963 dan akhir Maret 560,941, tumbuh 5,2%.
- Finansial. Awal tahun 733,319 dan akhir Maret 829,753, melesat 13,1%.
- Perdagangan. Awal tahun 881,191 dan akhir Maret 995,759, melonjak 13%.
- Manufaktur. Awal tahun 1.340,496 dan akhir Maret 1.380,533, bertambah 2,9%.











































