Harga Batu Bara Jeblok, Kenapa Rothschild Bernafsu Kuasai Berau Coal?

Harga Batu Bara Jeblok, Kenapa Rothschild Bernafsu Kuasai Berau Coal?

- detikFinance
Rabu, 22 Apr 2015 13:44 WIB
Harga Batu Bara Jeblok, Kenapa Rothschild Bernafsu Kuasai Berau Coal?
Jakarta - Harga batu bara masih anjlok, bahkan tahun ini diprediksi belum membaik. Meski industri baru bara belum membaik, ada investor asal Inggris yang berniat menguasai 100% saham perusahaan batu bara asal Indonesia.

Investor tersebut adalah Nathaniel Rothschild yang dikabarkan akan menggandeng perusahaan asal Rusia SUEK PLC untuk menguasai kepemilikan saham Asia Resource Minerals PLC (ARM), induk usaha PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

SUEK adalah perusahaan tambang batu bara dengan cadangan terbesar kelima dunia. Rencananya, SUEK akan berkongsi dengan NR Holdings, perusahaan investasi milik Nat, untuk membeli sisa saham ARM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa jadi Rothschild berspekulasi dengan masuk ke batu bara Indonesia saat harga masih rendah, dengan harapan industri ini akan tumbuh tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Apalagi dengan adanya program listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bisa dibayangkan berapa kebutuhan batu baranya tiap tahun.

Meski demikian, rebound-nya industri batu bara diprediksi masih butuh waktu lama. Tahun ini, kata Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada, industri batu bara masih belum membaik.

"Dari laporan triwulan pertama sudah terlihat ada perusahaan (batu bara) yang mengurangi aktivitas. Kalau untuk 9 bulan ke depan harus kita lihat lagi permintaan global, tapi sepertinya juga masih belum ada perubahan signifikan," katanya kepada detikFinance, Rabu (22/4/2015).

Dikutip dari Reuters, Rothschild juga berniat memanfaatkan jaringan SUEK untuk menjual batu bara Berau ke China untuk kebutuhan pembangkit listrik. Selama ini SUEK menjadi penjual batu bara terbesar di Asia untuk kebutuhan pembangkit listrik.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads