Hingga Maret 2015, perolehan laba perusahaan pelat merah baru mencapai Rp 11 miliar dengan angka pendapatan Rp 1,4 triliun.
"Itu tipikal industri kontraktor, tahun lalu kuartal satu laba baru Rp 5 miliar tapi close di akhir tahun Rp 500 miliar," kata Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq dalam paparan publik di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perseroan terus berinovasi dengan melebarkan bisnis dalam sektor industri lainnya seperti precast, realty, energi, dan jalan tol.
Choliq menjelaskan, target laba bersih tahun ini bisa dikejar dengan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue sebesar Rp 5,3 triliun yang sudah bisa terserap di Juni 2015.
"Janji bisa laba Rp 1 triliun dengan catatan rights issue Rp 5,3 triliun bisa masuk di Juni sehingga dengan tambahan itu berharap ada internal saving Rp 200-250 miliar," jelas dia.
Saat ini, kata dia, proses rights issue sedang berlangsung dan didaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 April 2015.
"Kalau akhir Juni close uang sudah kami terima Rp 5,3 triliun, ini bisa men-drive laba jadi Rp 1 triliun," ucap dia.
Di samping itu, Perseroan juga tengah membidik berbagai proyek mulai dari tol, transmisi, dan lain-lain dengan nilai investasi mencapai Rp 40 triliun.
Besaran investasi akan didanai dari berbagai sumber pendaan mulai dari internal kas perseroan, dana hasil rights issue, pinjaman perbankan, maupun obligasi.
Pinjaman perbankan didapat dari BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Jabar Banten, Bank Panin, dan BTN sebesar Rp 5-6 triliun.
Perseroan bakal mengeluarkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 2-3 triliun. Rencananya, pada September 2015 perseroan akan mengeluarkan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun.
"Pinjaman bank Rp 5-6 triliun, obligasi Desember 2014 Rp 500 miliar, September 2015 Rp 1,5 triliun. Underwriter obligasi Mansek (Mandiri Sekuritas), Bahana dan Danareksa, lead Mansek," tandasnya.
(drk/ang)











































