Sepanjang 2014, total penyaluran kredit bank pelat merah itu mencapai Rp 115,9 triliun. Di tahun ini, ditargetkan bisa ada kenaikan 17 hingga 19%.
"Target kredit 17-19% tahun ini. Pertumbuhan kredit fokus pada sektor perumahan," ujar Direktur BTN Iman Nugroho Soeko saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya pembiayaan didapat dari skema Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) sebesar Rp 1,5 triliun. "Manajer investasinya Danareksa Securities," katanya.
Selain itu, bank berkode BBTN itu juga bakal menerbitkan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) sebesar Rp 1 triliun di bulan depan yang sifatnya jangka pendek 6 bulan hingga 1,5 tahun. "Underwriter-nya DBS Securities," sebut dia.
Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun dengan jangka waktu berbeda-beda dari 5,7, hingga 10 tahun. Penjamin pelaksana emisi CIMB Securities, Danareksa Sekuritas, dan BCA Sekuritas.
Sumber pembiayaan lainnya berasal dari ASEAN Development Bank (ADB) sebesar US$ 190 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun dan dari World Bank.
"Dengan ADB kami akan dapat sekitar US$ 190 juta," ujar Direktur Utama BTN Maryono menambahkan.
(drk/ang)











































