IHSG Menanti Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Rekomendasi Saham

IHSG Menanti Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2015 08:54 WIB
IHSG Menanti Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menanjak 54 poin berkat perburuan saham-saham murah yang dilakukan investor. Saham unggulan melonjak paling tinggi.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2015), IHSG tumbuh 54,712 poin (1,08%) ke level 5.141,137. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,581 poin (1,79%) ke level 885,021.

Sementara Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) berakhir positif pada perdagangan Senin awal pekan. Kondisi ini didorong oleh kemunculan laporan kinerja emiten yang lebih baik dari perkiraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones naik 46,34 poin (026%) ke 18.070,4. Indeks S&P 500 naik 6,2 poin (0,29%) ke 2.114,49. Sementara indeks Nasdaq naik 11,54 poin (0,23%) ke 5.016,93.

Hari ini IHSG diperkirakan akan wait and see menjelang diumumkannya data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Arah perdagangan akan ditentukan setelah data tersebut diumumkan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Hang Seng naik 138,73 poin (0,49%) ke level 28.262,55.
  • Indeks Straits Times turun 9,04 poin (0,26%) ke level 3.473,66.


Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Oso Securities
Pada perdagangan awal pekan (04/05), IHSG berhasil rebound dan ditutup menguat sebesar 1.08% ke level 5.141,14. Investor mengakumulasi saham-saham yang terkoreksi cukup dalam pada perdagangan pekan kemarin. Di samping itu, penguatan pada bursa saham domestik seiring dengan rilisnya data tingkat inflasi yang inline dengan estimasi yakni sebesar 0,38% MoM atau 6,79%YoY pada April 2015.

Hampir seluruh sektor mengalami penguatan, dengan penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik signifikan sebesar 2,81%. Investor asing mencatatkan net sell Rp 18 miliar.

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup kembali mengalami penguatan, di mana Indeks Dow Jones naik 0,26% ke level 18.070,40, Indeks S&P mengalami penguatan 0,29% menjadi 2.114,49 serta Indeks Nasdaq menguat 0,23% menjadi 5.016,93. Penguatan seiring dengan rilisnya data pesanan pabrik yang mengalami kenaikan sebesar 2,1% dari sebelumnya yang mengalami penurunan 0,1%. Di samping itu, laporan earnings yang positif turut menjadi katalis penguatan bursa Wall Street.

Pada hari ini kami perkirakan IHSG bergerak variatif kembali menguat. Namun Investor mewaspadai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada hari ini yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham. Secara teknikal, IHSG membentuk candle belt hold. Indikator MACD masih bergerak menurun dengan histogram negatif memendek dan indikator stochastic oscillator baru membentuk golden cross pada area oversold. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.100 dan resistance 5.200.

First Asia Capital
etelah mengalami koreksi hingga 6,4% sepekan kemarin, IHSG pada perdagangan awal pekan kemarin berhasil rebound hingga 54,712 poin (1%) di 5.141,137. Rendahnya tekanan jual asing tercermin dari susutnya nilai penjualan bersih asing kemarin, yang mencapai Rp 18,9 miliar, setelah pekan lalu keluar hingga Rp 7,10 triliun, turut menopang asing, pemodal lokal juga melakukan aksi beli, terutama menyasar sejumlah saham unggulan sektoral yang dinilai sudah relatif murah, seperti yang bergerak di sektor perbankan, otomotif, infrastruktur, dan pendukungnya seperti sektor semen.

Sedangkan koreksi masih melanda saham perkebunan dan pertambangan setelah data China, indeks HSBC Final Manufacturing April, kembali turun ke 48,9 di bawah perkiraan 49,4, yang kembali mengkonfirmasi perlambatan perekonomian China.

Namun kontraksi aktivitas manufaktur China tersebut membuat pasar Asia kemarin bergerak positif, karena ditopang harapan kelanjutan stimulus moneter di China. Penguatan sejumlah harga saham sektoral kemarin lebih pada technical rebound, setelah pasar saham global dan Asia kemarin cukup kondusif dan memanfaatkan sejumlah isu individual positif seperti rilis kinerja kuartal I-2015 emiten, dan pembagian dividen emiten seperti Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan dari domestik, angka inflasi April sebesar 0,36% (mom) dan 6,79% (yoy) tidak banyak berpengaruh karena sudah sesuai ekpektasi pasar.

Sementara Wall Street tadi malam kembali bergerak di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,26% dan 0,29% di 18.070,40 dan 2.114,49. Penguatan terutama ditopang data aktivitas manufaktur Jerman dan zona Euro yang positif dan sejumlah isu individual. Indeks Jerman Final Manufacturing PMI April naik di atas ekspektasi yakni 52,1 dari 51,9.

Pesanan barang pabrikan di AS Maret lalu tumbuh 2,1% (mom) dibandingkan bulan sebelumnya turun 0,1%. Pekan ini pasar tengah menanti data tenaga kerja AS yang keluar akhir pekan ini.

Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound meskipun terbatas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 akan menjadi fokus pasar. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 akan melambat di kisaran 4,8% hingga 5% dibandingkan periode yang sama 2014 yang mencapai 5,2%. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.070 dan resisten menguji level 5.170.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads