"Perseroan akan menempatkan 92,4% atau Rp 3,52 triliun sebagai laba ditahan dan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan terutama dalam pengembangan usaha dan entitas anak," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSD Hermawan Wijaya dalam konferensi pers di JW Marriot Hotel, Jakarta, Rabu (6/5/2015).
Sepanjang tahun 2014, perseroan membukukan pendapatan Rp 5,57 triliun dan laba bersih Rp 3,82 triliun atau tumbuh 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,69 triliun. Perolehan laba bersih tersebut setara dengan marjin laba bersih 68,57% dan imbal hasil atas ekuitas (ROE) menjadi 24,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang jangka pendek naik 20% menjadi Rp 3,3 triliun, namun kenaikan tersebut tidak memberikan perubahan signifikan pada radio leverage nya. Sedangkan utang jangka panjang turun 8% menjadi Rp 4,33 triliun dibanding tahun 2013 yaitu Rp 4,72 triliun.
Laba per saham juga tumbuh 37% menjadi Rp 211,31 per saham dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 153,82 per saham.
(drk/ang)











































