Memang semalam, Yellen selaku Gubernur Federal Reserve (The Fed), mengatakan harga saham di AS saat ini sudah over value atau ketinggian nilainya. Komentar ini membuat pasar saham langsung jatuh.
Siang ini indeks harga saham gabungan (IHSG) juga turun ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Satrio mengatakan, komentar Yellen yang mengepalai bank sentral paling berpengaruh di dunia, membuat investor asing di pasar modal dalam negeri bergerak.
"Kalau investor asing itu cenderung memegang saham-saham yang kapitalisasinya besar, bluechip. Dan mereka pasti itu melihatnya patokannya ke pasar global, kalau pasar global turun, dia jual, termasuk kayak pertumbuhan ekonomi Indonesia jelek, jadi mereka mengikuti isu-isu aktual," kata Satrio kepada detikFinance, Kamis (7/5/2015).
Satrio mencatat, sejak Januari 2015 hingga saat ini, jumlah saham yang dilepas investor secara netto mencapai Rp 1,63 triliun.
"Sementara kalau investor lokal itu, kalau misalkan IHSG lagi minus mereka cenderung memanfaatkan saham-saham lapis kedua dan ketiga untuk dikoleksi. Makanya saham-saham lapis kedua naik, kayak WIKA, UNTR sudah naik 4 persen," jelas Satrio.
(dnl/dnl)











































