Kedua bank asal Negeri Tirai Bambu tersebut sebelumnya berkomitmen mengguyur pinjaman ke Indonesia hingga US$ 50 miliar.
"Nanti diambil oleh CDB atau ICBC," kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat berdiksi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang kita jalankan untuk mengeluarkan obligasi Rp 50 triliun. Obligasi tersebut membiayai proyek infrastruktur," jelasnya.
Obligasi tersebut nantinya mayoritas dikeluarkan oleh BUMN bidang konstruksi. Rini menilai penerbitan obligasi akan dikomando oleh salah satu BUMN pimpinan proyek. Misal PT Hutama Karya (Persero) memimpin kosorsium BUMN yang menggarap tol Trans Sumatera. Selanjutnya Hutama Karya yang menerbitkan obligasi.
Ada juga proyek kereta cepat yang diketuai oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) atau proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang diketuai oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menjadi pimpinan konsorsium yang menggarap proyek transmisi listrik 500 KV di Sumatera.
"Nanti di-pool-kan jadi satu," sebutnya
Meski China akan menyerap dana obligasi dan bersedia menggelontorkan pinjaman ke BUMN untuk proyek infrastruktur, tapi Rini menegaskan tidak ada ikatan bahwa kontraktor asal China bakal mengerjakan proyek.
"Dia hanya memberi pinjaman saja," ujarnya.
(feb/ang)











































