Dana pembangunan gudang tersebut diambil dari 90% perolehan dana Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan mencapai Rp 1 triliun.
Direktur Utama Perseroan Fernandus Chamsi mengatakan, perseroan tengah membidik untuk mengakuisisi lahan seluas 50-60 hektar di seluruh pulau Jawa, termasuk Jakarta untuk mendukung perluasan atau pembangunan gudang logistik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, kelompok usaha Grup Argo Manunggal ini merupakan perusahaan yang mengembangkan, memiliki dan mengoperasikan properti logistik dengan fokus pada pergudangan yang memenuhi spesifikasi sesuai standar internasional untuk memenuhi kebutuhan properti logistik dari perusahaan-perusahaan multinasional dan domestik.
Sejak didirikan pada tahun 2010, perseroan telah memiliki 4 properti logistik dengan total Net Leasable Area (NLA) mencapai 163.757 meter persegi yang terdiri dari Unilever Mega DC, Li & Fung, Intirub Business Park dan Selayar.
Unilever Mega Distribution Center (DC) berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi, merupakan salah satu fasilitas distribution Center under single roof yang terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas yang digunakan oleh PT Unilever Indonesia Tbk dengan operator Linfox ini menempati lahan seluas 194 ribu meter persegi dengan NLA sekitar 90 ribu meter persegi.
Selain itu, perseroan juga memiliki properti logistik built to suit yang disewakan kepada single tenant yaitu Li & Fung yang juga berlokasi di Kawasan Industri MM2100 dengan menempati lahan seluas sekitar 35 ribu meter persegi dan NLA sekitar 22 ribu meter persegi.
Perseroan juga mengembangkan Standard warehouse guilding yang disewakan kepada multi tenant. Intirub Business Park berlokasi di Halim, Jakarta Timur menyediakan ruang kantor dan pergudangan di atas lahan seluas 60 ribu meter persegi dengan NLA mencapai 46 ribu meter persegi.
"Pangsa pasar simpel, masih dari konsumer barang-barang konsumer, pemain logistik, elektronik dan sektor dari e-commerce karena amat tinggi dari tahun ke tahun. Rencana tahun ini fokus akuisi, akhir tahun pembangunan gudang," jelas dia.
Saat ini 99% saham MMP dipegang oleh PT Mega Mandiri Properti, dan 1% sisanya dimiliki Hungkang Sutedja. Hungkang merupakan anak kedua dari salah satu orang terkaya Indonesia, yaitu The Ning King.
The merupakan pendiri Grup Argo Manunggal yang salah satu perusahaan besarnya adalah pengembang properti, PT Alam Sutera Realty (ASRI). Berdasarkan data Forbes, The punya harta US$ 650 juta (Rp 8,45 triliun), masuk urutan 46 terkaya di Indonesia.
(drk/ang)











































