Perusahaan konstruksi ini melepas 4.921.346.000 lembar atau 34,98% sahamnya ke publik. Harga saham perdana yang ditawarkan ke investor sebesar Rp 185 per lembar.
Menurut Direktur Utama PP Properti, Galih prahananto, komposisi pemegang saham setelah initial public offering (IPO) adalah 64,96% dipegang PTPP, 0,06% dipegang Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP), dan 34,98% di masyarakat.
"Selama penawaran dari tanggal 11 hingga 13 Mei, ada mengalami kelebihan permintaan atau oversubcribe sekitar 18 kali dari penawaran saham IPO," ujarnya usai pencatatan saham perdana PP Properti di Gedung BEI, Selasa (19/5/20150.
"Adanya kelebihan ini merupakan bentuk kepercayaan investor institusi domestik dan luar negeri maupun ritel pada kondisi perseroan, serta keyakinan pertumbuhan pasar di masa mendatang," jelasnya.
Anak usaha perusahaan pelat merah itu meraup dana sekitar Rp 908,78 miliar dalam aksi korporasi ini. Dananya akan digunakan untuk menambah modal yang digunakan dalam membiayai berbagai proyek Perseroan.
Sebanyak 75% dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha, sedangkan 15% untuk modal kerja, dan 10% sisanya untuk pelunasan sebagian utang modal kerja kepada PTPP terkait pembangunan Park Hotel Jakarta dan Park Hotel Bandung.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































