Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,245 poin (0,08%) ke level 5.212,134 akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Investor asing masih terus melepas saham.
Indeks terus meluncur sejak pembukaan perdagangan. Koreksi Indeks semakin tajam setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi Mei 0,50%.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (1/6/2015), IHSG terpangkas 28,530 poin (0,55%) ke level 5.187,849. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,125 poin (0,57%) ke level 899,008.
Delapan sektor jatuh ke zona merah akibat tekanan jual, saham-saham bank jatuh paling dalam. Saham agrikultur dan infrastruktur masih bertahan positif.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 91.613 kali dengan volume 4,149 miliar lembar saham senilai Rp 2,303 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 161 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak fluktuatif hingga siang hari ini. Pasar saham Jepang dan Hong Kong bisa menguat meski banyak sentimen negatif yang beredar.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 67,08 poin (0,33%) ke level 20.496,07.
- Indeks Hang Seng naik 181,42 poin (0,66%) ke level 27.605,61.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 127,58 poin (2,77%) ke level 4,739,33.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 850 ke Rp 8.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 475 ke Rp 9.000, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 375 ke Rp 25.125, dan Indocement (INTP) turun Rp 325 ke Rp 22.075.
(Angga Aliya/Rista Rama Dhany)











































