IHSG Ditutup di 4.899, Anjlok 2,3%

IHSG Ditutup di 4.899, Anjlok 2,3%

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2015 16:17 WIB
IHSG Ditutup di 4.899, Anjlok 2,3%
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 2,3% gara-gara tekanan jual yang tak kunjung berhenti. Indeks pun lengser dari level 4.900.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.300 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.380 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 12,759 poin (0,25%) ke level 5.002,233. Indeks belum berhenti melemah akibat tekanan jual yang terjadi sejak pekan lalu.

Aksi jual langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan. Indeks jatuh semakin dalam gara-gara maraknya aksi jual di saham-saham unggulan.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terjun 156,683 poin (3,12%) ke level 4.858,309 akibat tekanan jual yang dahsyat. Indeks mendarat di titik terendahnya tahun ini.

Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks hari ini di level 4.852,764. Ini merupakan titik terendahnya IHSG tahun ini.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (9/6/2015), IHSG ditutup anjlok 115,110 poin (2,3%) ke level 4.899,882. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 24,685 poin (2,86%) ke level 838,747.

Seluruh indeks sektoral kompak melemah dengan koreksi rata-rata lebih dari satu persen. Sektor konstruksi jatuh paling dalam dengan koreksi 4,43%.

Investor asing melepas saham-saham bank kelas berat. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,023 triliun di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 225.021 kali dengan volume 5,99 miliar lembar saham senilai Rp 7,668 triliun. Sebanyak 52 saham naik, 260 turun, dan 54 saham stagnan.

Nilai dan volume perdagangan hari ini melonjak berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Indocement Tunggal Pratama Tbk (INTP) Rp 1,5 triliun. Transaksi dilakukan broker Deutsche Securities (DB) di pasar negosiasi.

Bursa-bursa di Asia masih kompak melemah hingga penutupan perdagangan hari ini. Koreksi IHSG tetap yang terdalam di antara indeks bursa-bursa Asia lainnya.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 360,89 poin (1,76%) ke level 20.096,30.
  • Indeks Hang Seng jatuh 278,01 poin (1,02%) ke level 27.038,27.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 18,35 poin (0,36%) ke level 5.113,53.
  • Indeks Straits Times melemah 18,73 poin (0,56%) ke level 3.301,60.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 800 ke Rp 4.015, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 16.800, SMART (SMAR) naik Rp 450 ke Rp 5.500, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.175 ke Rp 43.025, Unilever (UNVR) turun Rp 1.850 ke Rp 39.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.350 ke Rp 20.500, dan Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 20.750.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads