Dana Asing Rp 20 T 'Cabut' dari Pasar Saham, Dirut BEI: Masih Aman

Dana Asing Rp 20 T 'Cabut' dari Pasar Saham, Dirut BEI: Masih Aman

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2015 15:34 WIB
Dana Asing Rp 20 T Cabut dari Pasar Saham, Dirut BEI: Masih Aman
Jakarta - Dana asing mengalir ke luar lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jumlah banyak. Sampai kemarin ada lebih dari Rp 20 triliun yang 'kabur' dari pasar modal RI.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, menyatakan banyaknya dana asing yang ditarik tidak terlalu mengkhawatirkan, alias masih aman. Sebab sampai saat ini investor asing masih mencatat net buy (beli bersih) sekitar Rp 6 triliun.

"Dana asing banyak banyak yang ditarik keluar itu masih aman, kalau ditotal itu masih net buy positif dibanding net sale, itu bukti investor asing itu masih percaya sama bursa efek," kata Ito usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantornya Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2015).

Ito mengatakan, sejak awal tahun ini investor asing sudah banyak simpan uang di BEI. Ito percaya dalam beberapa bulan ke depan dana asing bakal masuk lagi.

"Yang perlu dikhawatirkan kalau investor global sudah net sell, kalau sekarang masih percaya, dan kemungkinan akan beli lagi di bulan-bulan selanjutnya," jelasnya.

Selama ini, Ito menambahkan, dana asing memang sering keluar-masuk pasar modal. Menurut Ito hal ini sudah lazim dilakukan.

"Kalau masuk (mudah) tapi dihambat waktu keluar, nanti nggak ada yang mau invest lagi di kita, tapi kalau mudah masuk keluar juga mudah itu investor anggap kita friendly sama mereka, bukti nggak ada hambatan investasi," ujar Ito.

Pihaknya akan tetap menjaga supaya investor asing lakukan beli bersih sepanjang tahun ini. Peran investor asing di pasar modal dalam negeri saat ini masih cukup besar.

"Rata-rata transaksi 2015 itu asing 41% dari total persentasi transaksi harian, masih besar investor lokal per harian, jadi pandangan keliru oleh para pengamat yang bilang kalau asing itu dominasi di pasar modal," ujarnya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads