Besaran dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan tahun buku 2014 sebesar Rp 282,2 miliar.
Pemprov DKI merupakan salah satu pemegang saham DLTA, porsinya mencapai 26,25%. Artinya, Pemprov DKI juga ikut menikmati keuntungan dari produsen bir ini sebesar Rp 24,96 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produsen Anker Bir ini mencatat penurunan omzet dan laba di akhir Maret 2015. Omzet alias pendapatan perusahaan turun 42% menjadi hanya Rp 329,3 miliar, dari sebelumnya Rp 572,1 miliar.
Keuntungannya tercatat hanya Rp 33 miliar di kuartal I-2015, bandingkan dengan keuntungan perusahaan di periode yang sama tahun lalu Rp 79,3 miliar.
"Pertumbuhan industri bir melambat terlihat di semester pertama tahun 2014 karena lemahnya permintaan selama masa pemilu. Selain tantangan ekonomi dan politik, kita juga terpengaruh pemberlakuan kenaikan tarif cukai dan aturan Kemendag," jelas dia.
(drk/ang)











































