Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 10,602 poin (0,21%) ke level 4.925,215 mengikuti koreksi bursa-bursa Asia. Tekanan jual asing masih belum berhenti.
Indeks langsung meluncur tajam sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks sempat sentuh posisi terendahnya hari ini di 4.875,664.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (15/6/2015), IHSG jatuh 58,292 poin (1,18%) ke level 4.877,525. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,856 poin (1,40%) ke level 834,202.
Tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat. Koreksi terdalam dialami saham-saham di sektor agrikultur dan konstruksi.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.970 kali dengan volume 2,119 miliar lembar saham senilai Rp 1,828 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 195 turun, dan 59 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih kompak melemah hingga siang hari ini. Sentimen negatif dari Wall Street akhir pekan lalu memberi tekanan ke pelaku pasar.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 100,18 poin (0,49%) ke level 20.306,90.
- Indeks Hang Seng anjlok 371,34 poin (1,36%) ke level 26.909,20.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 79,55 poin (1,54%) ke level 5.086,80.
- Indeks Straits Times melemah 32,92 poin (0,98%) ke level 3.320,93.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 40.525, Astra Agro (AALI) turun Rp 625 ke Rp 22.575, Jembo Cable (JECC) turun Rp 525 ke Rp 1.865, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 350 ke Rp 13.000.
(ang/dnl)











































