IHSG Anjlok Paling Parah di Asia, Ada Efek Panik Sementara

IHSG Anjlok Paling Parah di Asia, Ada Efek Panik Sementara

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 15 Jun 2015 15:44 WIB
IHSG Anjlok Paling Parah di Asia, Ada Efek Panik Sementara
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini anjlok cukup dalam, paling parah di antara indeks saham di bursa-bursa Asia lainnya. Ada panik jual yang didorong oleh lesunya ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka ekspor dan impor Indonesia pada Mei 2015 turun. Namun neraca perdagangan mengalami surplus US$ 955 juta.

"Ini kondisi masih normal, bukan karena ketidakpercayaan pada ekonomi, tapi karena psikologi market saja. Karena investor asing juga tenang-tenang saja. Jangan terlalu negatif menanggapinya," ujar Kepala Riset NH Korindo, Reza Priyambada, kepada detikFinance, Senin (15/6/2015).

Pada perdagangan hari ini investor asing terpantau masih lakukan aksi beli bersih (foreign net buy) dengan nilai seratusan miliar. Aksi jual justru dilakukan investor domestik.

"Seperti ibarat orang baru saja bangun tidur langsung melihat rata-rata harga saham merah, otomatis banyak terpengaruh untuk melakukan jual. Perilaku ini kan yang memang dari dulu memicu sentimen negatif. Jadi investor memanfaatkan waktu dan langsung menjual saat semuanya merah, ini hanya efek panik saja," ujar Reza.

Ia mengatakan, kepanikan ini hanya berlangsung sementara. Dalam dua atau tiga hari ke depan diprediksi IHSG akan kembali naik.

"Kalau pun turun, IHSG tidak akan separah yang ditakutkan, dengan catatan kondisi ekonomi masih seperti sekarang ini," imbuhnya.

Hingga pukul 15.40 waktu JATS, IHSG sudah anjlok hingga 88 poin. Posisi terendahnya sampai di 4.845,190.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads