Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya terus waspada sampai akhir tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu Federal Reserve (The Fed), untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Agus Marto mengatakan, sejumlah pihak memprediksi The Fed akan menaikkan bunga acuannya mulai September secara berkala. "Itu bukan berita baik bagi Indonesia dan negara di dunia. Karena akan ada ketidakpastian lagi sampai akhir tahun. Maka secara umum masih diwaspadai," kata Agus Marto di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (19/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah antisipasi sejak 2010-2011 bagaimana dampak dari krisis di Yunani, kalau misalnya melihat dampaknya ke tekanan mata uang dunia. Kami antisipasi itu. Kami ingin sampaikan tetap perkembangan AS dan Yunani adalah penyumbang ketidakpastian," jelas Agus Marto.
Jadi, ujar Agus Marto, kondisi di AS dan Yunani banyak berperan dalam pelemahan nilai tukar rupiah. Dari dalam negeri, secara jangka pendek, pemerintah harus menjaga pencairan anggaran tetap terjaga. Kemudian, pemerintah diminta fokus pada reformasi struktural, seperti percepatan perizinan, kepastian hukum, dan membangun infrastruktur.
"Itu semua inisiatif yang disambut investor. Kalau sekarang pemerintah sedang siapkan paket kebijaka ekonomi kami sambut baik. Itu kecenderungan super dolar ada," jelas Agus Marto.
(dnl/ang)











































