Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.292 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 7,629 poin (0,15%) ke level 4.966,881 mengekor penguatan bursa-bursa di Asia. Rekor Wall Street semalam memberi sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 2,040 poin (0,04%) ke level 4.957,212 setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan. Sepinya transaksi membuat Indeks stagnan.
Indeks terus bergerak fluktuatif, naik-turun antara teritori positif dan negatif. Saham-saham di sektor agrikultur masih bisa naik cukup tinggi.
Menutup perdagangan, Selasa (23/6/2015), IHSG jatuh 21,604 poin (0,44%) ke level 4.937,648. Sementara Indeks LQ45 berkurang 5,295 poin (0,62%) ke level 846,545.
Aksi jual langsung marak terjadi menjelang penutupan perdagangan. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 113,882 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 190.931 kali dengan volume 4,09 miliar lembar saham senilai Rp 3,873 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 139 turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia akhirnya menutup perdagangan dengan kompak menguat di zona hijau. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan utang Yunani dan rencana The Federal Reserve (The Fed) menaikkan tingkat suku bunga acuan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 381,23 poin (1,87%) ke level 20.809,42.
- Indeks Hang Seng menguat 252,52 poin (0,93%) ke level 27.333,37.
- Indeks Komposit Shanghai melesat 98,13 poin (2,19%) ke level 4.576,49.
- Indeks Straits Times naik 23,45 poin (0,71%) ke level 3.338,58.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 40.500, Mayora (MYOR) turun Rp 825 ke Rp 25.200, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 650 ke Rp 24.000, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 400 ke Rp 1.700.
(ang/dnl)











































