Head of Operation and Business Development Panin Asset Management, Rudiyanto. menyebutkan, dalam enam bulan pertama tahun ini, imbal hasil reksa dana pasar uang tercatat positif mencapai 3%, sementara reksa dana pendapatan tetap mencatat imbal hasil 1,8%.
"Pasar uang return (keuntungan) 3 persen , pendapatan tetap 1,8 persen, yang lain negatif. Reksa dana campuran minus 4 persen, saham minus 9," sebut Rudiyanto, saat acara Asosiasi Pengelola Reksa Dana, soal prospek industri reksa dana semester II-2015, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ditanya investasi apa yang bagus saat ini, ya pasar uang. Reksa dana pendapatan tetap tergantung obligasi, sampai akhir tahun obligasi naik lebih pasti daripada saham, teorinya kalau inflasi dan suku bunga rendah, obligasi naik," jelas dia.
Meski begitu, Rudiyanto menyebutkan, penempatan investasi juga harus disesuaikan dengan profil risiko. Selain itu, pertimbangkan dengan tujuan investasi kita.
"Investasi, misal untuk bayar uang sekolah anak 6 bulan lagi, di pasar uang itu di bawah 1 tahun, kalau 1-3 tahun pendapatan tetap, campuran 3-5 tahun, saham di atas 5 tahun," paparnya.
Prospek Reksa Dana Saham
Kinerja reksa dana saham dalam enam bulan pertama tahun ini tercatat minus 9%. Rudiyanto mengatakan, pada prinsipnya investasi di reksa dana saham adalah investasi untuk jangka panjang, paling tidak di atas 5 tahun.
Dalam jangka panjang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terus positif, meski akan ada fluktuasi dalam jangka pendek. Ini juga akan mendorong kinerja reksa dana saham ikut naik.
"Prinsip investasi, dalam 5-10 tahun ke depan bagus. Ketika kita investasi kita punya harapan kondisi yang akan datang akan lebih baik, ekonomi memang naik turun, perekonomian kita bukan negatif, tapi lambat, beda dengan Yunani, itu tidak baik untuk investasi," jelas dia.
Namun dalam jangka pendek, paling tidak hingga akhir tahun ini, kinerja reksa dana saham akan sangat bergantung pada gerak IHSG.
Kondisi perekonomian domestik dan global masih akan menekan pergerakan pasar modal Indonesia, namun masih ada faktor positif dari belanja pemerintah yang kemungkinan di semester kedua tahun ini akan lebih tinggi penyerapannya.
Bila ini terealisasi, IHSG bisa bergerak di level 5.500 di akhir tahun ini. Tentu, ini akan mendorong kinerja reksa dana saham.
Dalam proyeksinya, Rudiyanto menyebutkan, imbah hasil reksa dana saham minimal 5% di atas kinerja IHSG.
"Return reksa dana saham rata-rata 17-20 persen per tahun. Itu tingkat return harusnya bisa tercapai. Secara historis angka itu harusnya bisa tercapai. Reksa dana saham tergantung saham, kalau realisasi dari pemerintah bagus, ya bisa positif," ujar Rudiyanto, yang juga Anggota Kompartemen Sosialisasi dan Edukasi Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI).
"Penempatan investasi tergantung profil risiko masing-masing," ucap Rudiyanto.
(drk/dnl)











































