Saham Tambang Bakrie Nyaris Gocap, Layak Dikoleksi?

Saham Tambang Bakrie Nyaris Gocap, Layak Dikoleksi?

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2015 17:55 WIB
Saham Tambang Bakrie Nyaris Gocap, Layak Dikoleksi?
Jakarta -

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah terperosok ke harga termurahnya di Rp 51 per lembar, alias nyaris di level terendahnya Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham perusahaan tambang Grup Bakrie itu bergerak di level Rp 52 per lembar. Layakkah saham BUMI ini dikoleksi?

Analis NH Korindo Reza Priyambada menilai, para investor sudah 'menolak' saham-saham milik Grup Bakrie khususnya yang bergerak di sektor tambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain memang kinerjanya kurang bagus, saham-saham komoditas seperti batu bara memang sedang dihindari. Harga komoditas yang masih lesu membuat para investor lebih memilih aman.

"Kalau dilihat dari sentimen di market, investor sudah avoid saham-saham mereka (Bakrie), apalagi terkait batu bara, sudah dihindari, komoditas lagi lesu," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (22/7/2015).

Reza menilai, saham-saham perusahaan Grup Bakrie memang mayoritas tidak bergerak agresif. Kebanyakan, sahamnya tidak likuid.

Para investor sangat melihat kinerja perusahaan Grup Bakrie. Hal tersebut akan mempengaruhi keberlangsungan perusahaan tersebut. Tentu ini berpengaruh terhadap harga saham-sahamnya.

"Saham-saham Grup Bakrie memang begitu, yang masih bisa diperhitungkan cuma VIVA, yang lainnya BTEL, ELTY, BRMS, dan lain-lain kinerjanya kurang baik, jadi masyarakat juga menghindari saham-saham Bakrie," katanya.

Menurut Reza, investor tentu akan mencari saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja dan likuiditas yang baik. Layakkah saham-saham gocap Grup Bakrie dikoleksi?

"Investor pasti switching ke yang lebih menjanjikan, likuiditas bagus," terang Reza.

Meski begitu, Reza menambahkan, secara fundamental perusahaan tambang Grup Bakrie ini masih bagus.

Sayangnya, tata kelola perusahaan kurang bagus sehingga investor tidak menaruh kepercayaan tinggi terhadap saham Grup Bakrie ini.

"Fundamental masih bagus, barangnya ada, BUMI kan batu baranya masih ada, BRMS juga nikelnya ada, cuma mereka harus meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads