Bank Indonesia (BI) buka suara merespons nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini nilai tukar rupiah telah membawa mata uang Paman Sam itu berada di level Rp 17.000-an/US$
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan stabilitas rupiah menjadi prioritas bank sentral saat ini di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi.
Seluruh instrumen operasi moneter dipastikan akan terus dioptimalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Destry juga menjamin BI konsisten dan terukur melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-deliverable forward (NDF) di offshore market.
Di sisi lain konflik Timur Tengah yang masih berlangsung menyebabkan kenaikan harga komoditas yang memberikan efek positif bagi perekonomian Indonesia. Di sisi lain nilai tukar rupiah mengalami tekanan.
"Posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut," pungkasnya.
Dikutip dari data Bloomberg, pagi tadi sekitar pukul 09.14, nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.078. Dolar AS naik 43,00 poin atau 0,25% dari penutupan perdagangan hari kemarin.
(aid/hns)










































