Pemerintah Mau Bangun Jalan 12,65 Km di Banda Neira-Geber Bajaj Listrik

Pemerintah Mau Bangun Jalan 12,65 Km di Banda Neira-Geber Bajaj Listrik

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 12 Jul 2026 20:00 WIB
Foto udara lokasi wisata Benteng Belgica di Pulau Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (4/12/2025). Benteng yang memiliki luas sekitar 2.707 meter dengan tinggi 10 meter itu dibangun oleh Portugis pada abad ke-16 berfungsi sebagai simb
Foto: Antara Foto/Andri Saputra
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang menyiapkan peningkatan infrastruktur jalan di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jalan sepanjang 12,65 kilometer (km) akan dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Penanganan itu dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk (Masterplan) pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya Tahun 2025-2045 dari Kementerian PPN/ Bappenas. Program IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

"Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat memberikan dukungan percepatan penanganan jalan daerah yang diusulkan oleh pemerintah daerah khususnya pada ruas-ruas strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.

ADVERTISEMENT

Menurut Dody, peningkatan jalan di kawasan Banda Neira diperlukan. Selain untuk mendukung kelancaran distribusi hasil perkebunan seperti komoditas pala sebesar 646 ton per tahun dan perikanan sebanyak 16.127 ton per tahun, juga meningkatkan akses ke kawasan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penataan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting yang relatif sempit yakni hanya sekitar 3-3,5 meter sehingga saat ini hanya dapat dilalui kendaraan kecil. Ke depan, jalan akan diperkuat menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi trotoar yang dibangun di atas drainase yang sudah ada.

Menariknya, konsep transportasi ramah lingkungan akan diterapkan. Pemerintah mendorong penggunaan bajaj listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional, mengingat dimensinya yang kecil dan sesuai dengan karakter jalan di Banda Neira.

Selain itu, sepeda dipromosikan sebagai moda transportasi yang lebih berkelanjutan. Penataan kawasan juga akan mengedepankan kenyamanan pejalan kaki.

Di beberapa titik, seperti kawasan sekitar Benteng Belgica akan dibangun jalur pedestrian selebar 1,2-1,5 meter di salah satu sisi jalan. Sementara sisi lainnya difungsikan sebagai ruang milik jalan yang tetap fleksibel untuk akses kendaraan maupun ruang hijau.

"Dengan peningkatan infrastruktur jalan ini, diharapkan dapat mendukung Kawasan Banda sebagai kawasan strategis pariwisata nasional serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat maupun wisatawan terhadap fasilitas-fasilitas pelayanan dan objek wisata banda," tutur Dody.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads