Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2015), IHSG ditutup terkoreksi 46,25 poin (0,94%) ke level 4.856,595. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 11,4 poin (1,36%) ke level 828,388.
Wall Street mengalami koreksi tajam akibat koreksi harga komoditas. Saham-saham berbasis komoditas ikut terseret jatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan mengalami tekanan, terutama dari lemahnya nilai tukar rupiah. Investor juga menanti laporan kinerja emiten di triwulan II-2015.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 98,92 poin (0,48%) ke level 20.445,61.
- Indeks Straits Times turun 11,82 poin (0,35%) ke level 3.340,83.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2015), IHSG ditutup terkoreksi 46,25 poin (0,94%) ke level 4.856,595. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 162,696 miliar di seluruh pasar. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.440 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.420 per dolar AS. Minimnya sentimen positif membuat IHSG sulit bergerak ke atas. Aksi jual langsung ramai sejak awal perdagangan dan menyeret IHSG ke zona merah.
IHSG kehilangan momentum sentimen positif saat pasar tengah libur lebaran. Sentimen positif tersebut datang dari membaiknya kondisi krisis utang Yunani dan rilis kembali surplusnya neraca perdagangan Indonesia. Saat kembali buka pasar justru didera sentimen negatif dari pernyataan Gubernur The Fed, Jannet Yellen yang memastikan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sentimen negatif dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir pekan turut memberi tekanan terhadap bursa domestik.
Bank Indonesia (BI) memberikan proyeksi terbarunya mengenai current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan. Otoritas moneter ini memproyeksi defisit transaksi berjalan triwulan II 2015 akan berada pada level di bawah 2,3% dari PDB. Prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, sebab bebelumnya BI memperkirakan defisit triwulan II pada level 2,5% dari PDB. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan defisit yang turun lebih dalam ini akibat impor yang ternyata turun lebih dalam dibanding ekspor.
Selain itu indeks manufaktur China secara tidak terduga tertekan ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Data yang dirilis oleh Caixin Media and Markit Economics menunjukkan, data awal Purchasing Managers' Index (PMI) China pada Juli berada di level 48,2. Angka tersebut turun dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,4.
Pada perdagangan hari ini IHSG akan mengalami tekanan. Rilis kinerja emiten kuartal kedua dan pergerakan rupiah akan mendominasi sentimen dari pasar. Kinerja kuartal kedua diyakini tidak terlalu baik sehingga koreksi rentan terjadi. Selain itu nilai tukar rupiah juga masih melemah di kisaran 13400.
Oso Securities
Akhir pekan kemarin (24/07), IHSG masih terpuruk di teritori negative. IHSG terkoreksi cukup tajam yakni sebesar 0,94% ke level 4.856,60. Penurunan IHSG inline dengan Bursa Regional Asia yang rata-rata memerah pasca rilisnya data manufaktur China bulan Juni yang lebihg buruk dibanding data bulan sebelumnya. Hampir seluruh indeks sektoral mengalami penurunan kecuali sekto perdagangan yang naik sebesar 0,32% ke level 913,38. Pelaku pasar asing mencatat penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp123,84 miliar.
Sementara itu, mayoritas saham di bursa AS pun ikut melemah seiring dengan melemahnya indeks di bursa Asia dan Eropa. Selain itu rilisnya data ekonomi AS yang negatif seperti New HomeSales pada bulan juni yang turun menjadi 482K dari sebelumnya 517K atau turun sebesar 6,8% menjadi katalis negatif pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones turun sebesar 0.92% ke level 17,568.53, S&P 500 turun 1.07% ke level 2,079.65 dan NAsdaq melemah sebesar 1.12% ke level 5,088.63.
Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak pada fase sideways dengan kecenderungan melemah, di tengah belum adanya data ekonomi yang menggembirakan. Secara teknikal, IHSG berada di bawah garis middle Bollinger band dengan volume MACD histogram yang melemah. Selain itu indikator stochastic oscilator juga turut bergerak negatif. IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran 4758-4953.
(ang/ang)











































