Ricky Putra Globalindo Cari Pinjaman Untuk Lunasi Obligasi
Rabu, 23 Feb 2005 11:37 WIB
Jakarta - Perusahaan tekstil PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) akan mencari pinjaman bank dalam rangka menutupi kekurangan dana obligasi yang akan jatuh tempo sebesar Rp 17 miliar. Obligasi RICY yang dikeluarkan tahun 2000 sebesar Rp 50 miliar akan jatuh tempo pada 1 September 2005. "Saat ini jumlah dana yang tersedia sebesar Rp 33 miliar dan kekurangannya sebesar Rp 17 miliar akan diambil dari hasil operasional atau pembiayaan dari pihak luar," kata Victor R Franziscus, Direktur RICY dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (23/2/2005). Menurut Victor, perseroan lebih memilih meminjam dari bank karena dana operasional yang dimiliki perseroan akan digunakan untuk ekspansi usaha. Saat ini lanjut dia, pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan beberapa bank lokal untuk pinjaman tersebut. "Kita optimis dapat pinjaman dari bank karena jumlahnya sedikit dengan kebutuhan yang diperlukan antara Rp 15-20 miliar. Dana sebesar itu kelihatannya sangat mungkin dikucurkan bank karena perseroan menggunakan jaminan gedung, tanah daan perkantoran," ujar Victor. Dia juga menjelaskan, untuk tahun 2005 perseroan akan melakukan ekspansi usaha yang lebih giat dengan target pendapatan sebesar Rp 275 miliar atau naik 23 persen dibanding tahun pendapatan 2004 yang belum diaudit sebesar Rp 223,01 miliar. Sedangkan laba bersih tahun 2005 ditargetkan sebesar Rp 48 miliar yang juga lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun 2004 yang belum diaudit sebesar Rp 25,13 miliar. "Pada prinsipnya kami melihat kondisi dunia usaha pada umumnya telah mengalami perbaikan yang sangat cepat, karena itu kami merasa optimis tahun 2005 sebagai waktu yang tepat untuk berkembang lebih lanjut," ujar Victor. Untuk mencapai pertumbuhan tahun 2005, perseroan akan melakukan beberapa hal seperti menyediakan anggaran promosi sebesar 2-3 persen atau Rp 6-7 miliar untuk promosi. Memperbanyak merek lisensi internasional serta memperluas pasar lokal dan ekspor. Saat ini komposisi penjualan untuk lokal dan ekspor adalah 70 banding 030 persen. Diharapkan meningkatnya penjualan tahun ini juga akan meningkatkan utilisasi perseroan yang saat ini baru sebesar 60 persen. RICY saat ini telah mengantongi 8 lisensi internasional, dimana pada bulan April 2005 akan diluncurkan pula satu merk lisensi internasional Ninja Turtle dari AS.Victor juga menegaskan, bahwa perseroan tidak terlalu terpengaruh terhadap gencarnya produk Cina yang masuk ke Indonesia. "Karena kita punya jaringan yang kuat sebanyak 36 cabang, lagi pula kita sudah memiliki brain yang kuat," katanya. Dari sisi harga, produk Cina juga menurut Victor sangat bersaing dengan produk perseroan. Maka itu perseroan menyambut positif rencana pemerintah Cina yang akan menerapkan pajak terhadap produk Cina yang dijual keluar negeri.
(qom/)











































