Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 24,485 poin (0,51%) ke level 4.778,044. Saham-saham unggulan dilepas investor.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Juli 2015 mencapai 0,93%. Inflasi tinggi didorong puasa dan Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (3/8/2015), IHSG naik 11,308 poin (0,24%) ke level 4.813,837. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,356 poin (0,41%) ke level 816,453.
Investor mulai memburu kembali saham-saham uunggulan yang pagi tadi kena koreksi. Enam sektor berhasil menguat dan empat lainnya melemah.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.772 kali dengan volume 2,287 miliar lembar saham senilai Rp 2,195 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 117 turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih kompak melemah hingga siang hari ini. Jatuhnya bursa saham China dan Hong Kong memberi sentimen negatif.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 95,39 poin (0,46%) ke level 20.489,85.
- Indeks Hang Seng anjlok 263,64 poin (1,07%) ke level 24.372,64.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 88,92 poin (2,43%) ke level 3.574,80.
- Indeks Straits Times turun 6,60 poin (0,21%) ke level 3.195,90.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 525 ke Rp 20.600, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 7.000, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 400 ke Rp 8.700, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 17.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 850 ke Rp 3.800, Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 39.150, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 800 ke Rp 8.900, dan Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 775 ke Rp 26.200.
(ang/feb)











































