Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Agu 2015 13:28 WIB

Kerugian XL Axiata Berkurang Dari Rp 861 M Jadi Rp 93 M

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mencatat pertumbuhan negatif di kuartal II-2015. XL mencatat rugi sebesar Rp 93 miliar dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).‎

Rugi ini masih lebih rendah dibandingkan rugi di kuartal II-2014 sebesar Rp 861,506 miliar. Tanpa memperhitungkan dampak dari transaksi Forex yang belum direalisasikan serta hasil pajak, maka XL mencatat keuntungan sebesar Rp 162 milliar.

Demikian disampaikan Presiden Direktur/CEO XL Dian Siswarini dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, Jumat (14/8/2015).

Di kuartal II-2015, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi Rp 2 triliun dari kuartal sebelumnya, yang menghasilkan pencapaian margin EBITDA sebesar 36%, meningkat sebesar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan EBITDA ini terutama disebabkan dampak positif dari pengelolaan kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan yang lebih menguntungkan, serta upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk.
 
Di semester I-2015, XL utamanya fokus pada strategi Revamp yang mengupayakan pada peningkatan pelanggan yang berkualitas, pengurangan pelangggan abuser, peningkatan portfolio produk, penguatan jalur penjualan retail dan peluncuran kembali merek AXIS ke pasar.
 
”Kami mencanangkan agenda transformasi pada bulan April tahun ini, dan saat ini proses transformasi jangka menengah masih dalam tahap awal perjalanan dan masih terus berproses,” ujarnya.
 
Hasil awal yang positif berupa peningkatan ARPU sebesar 25% dari Rp 24.000 pada semester I-2014 menjadi Rp 30.000 pada periode yang sama tahun 2015.

Total pengisian ulang (reload) XL Tunai juga mengalami peningkatan sebesar 13% dibandingkan awal tahun hanya 0,2%.

Pada kuartal II-2015, XL berhasil meraih pertumbuhan yang positif sejak kuartal II-2014, yaitu sebesar 2,4%. Pertumbuhan ini didorong dari pendapatan penggunaan layanan inti (core), sebesar 3,1% dari kuartal sebelumnya, di mana layanan percakapan naik 7% dan layanan Data serta VAS juga naik 2% dari kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan trafik layanan Data tumbuh 65% pada semester I-2015 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan total pengguna layanan Data mencapai 28 juta atau 61% dari total jumlah pelanggan.
 
Peningkatan jumlah pengguna smartphone telah berhasil mendorong adopsi penggunaan layanan Data di Indonesia.

Pada akhir semester I-2015, penetrasi smartphone XL tumbuh sebesar 36%. Pengguna ponsel pintar (smartphone) XL juga tumbuh sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan saat ini telah mencapai 16,3 juta pengguna.
 
Pada semester I-2015, XL telah memiliki 54.550 BTS, termasuk lebih dari 17.000 BTS 3G serta 232 BTS 4G guna memenuhi pertumbuhan dan permintaan pelanggan akan layanan mobile internet yang cepat dengan kualitas yang lebih baik.

Selama semester I-2015, XL juga telah membelanjakan Rp 2,3 triliun belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal.

Total utang mengalami penurunan menjadi Rp 29,2 triliun dari Rp 30,3 triliun pada akhir kuartal pertama tahun sebelumnya, sehingga utang bersih/EBITDA sedikit berkurang dari sebelumnya 3,2 kali menjadi 2,9 kali.

(drk/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed