Hadir dalam acara tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman.
Dalam acara yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, Nurhaida berulangkali mendorong BUMN dan anak usahanya bisa melantai bursa saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi global sedang bergejolak. Gejolak itu sangat berpengaruh ke ekonomi kita, termasuk pasar modal. Sudah saatnya BUMN kita punya peran penting. Kita akan mudahkan regulasinya," kata Nurhaida dalam sambutannya, Rabu (18/8/2015).
Menurut Nurhaida, daya tarik perusahaan milik negara sangat berdampak pada peningkatan minat investor lokal bermain di pasar saham.
"Dan dengan go public, BUMN bisa tambah suplai ke market. Tambah banyak alternatif masyarakat kita berinvestasi. Semakin banyak investor lokal yang masuk, maka likuiditas makin tinggi. Dampaknya, banyak sekali aktivitas ekonomi yang secara keseluruhan bergerak," jelasnya.
Nurhaida mengungkapkan, saat ini sudah ada 20 BUMN yang melantai di pasar modal dari total 119 perusahaan.
"Sampai saat ini baru 33 BUMN yang sudah IPO (initial public offering). Kalau total nilai kapitalisasi pasarnya saat ini sudah Rp 423,3 triliun. Kalau lihat datanya dari awal masuk sampai kondisi sekarang, artinya kapitalisasi BUMN dan anak usaha sudah hampir 3 kali lipat dari awal saat IPO," katanya.
Pihaknya, lanjut Nurhaida, terus mendorong BUMN dan anak usahanya mencari pendanaan ke pasar modal. "Kita terus dorong, dengan berbagai regulasi yang terus kita permudah," tutupnya
(ang/ang)










































