Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah anjlok 15% sepanjang tahun ini. Harga saham emiten-emiten juga jatuh, tak terkecuali saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Pada akhir Desember harga saham Garuda masih di Rp 555 per lembar. Kemarin sahamnya sudah anjlok sampai di Rp 362 per lembar.
Direktur Utama Garuda Arif Wibowo mengatakan, maskapai penerbangan pelat merah itu sedang mempertimbangkan untuk membeli kembali (buyback) sahamnya sendiri di pasar modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lakukan buyback saham, BUMN bisa membeli sahamnya sendiri di harga murah dan menjualnya kembali saat harga tinggi. Dengan demikian, ada keuntungan investasi dari saham sendiri.
Lazimnya, perusahaan bisa buyback dengan meminta persetujuan pemegang saham terlebih dahulu. Namun dalam kondisi khusus seperti sekarang ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji untuk mengeluarkan aturan supaya buyback bisa langsung dilakukan.
"Kita lihat dulu aturannya, nanti kita ambil tindakan. Kita akan koordinasikan dengan Kementerian BUMN," ujarnya.
Sementara mengenai dolar AS yang sudah naik tinggi, Arif mengaku perusahaan pelat merah itu sudah melakukan stress test. Ia memprediksi marjin keuntungan perusahaan akan turun.
"Kita sudah lakukan stress test, kita tes sampai paling berat. Kita lakukan strategi fundamental kalau itu bergerak terus. Yang jelas traffic itu nggak drop sekali, mungkin yield akan turun," ujarnya.
(ang/dnl)











































