Proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabok usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) molor dari rencana semula dimulai 17 Agustus 2015.
Salah satu penyebab molornya proyek ini adalah waktu itu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) selaku pemimpin konsorsium belum mendapatkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan.
Saat ini PP sedang dikebut oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Nah, selanjutnya Adhi Karya tinggal menunggu suntikan dana dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sayangnya, rights issue ini juga molor dari rencana semula di awal September. Alasannya, situasi pasar sedang tidak kondusif.
Akibat dari kondisi market (pasar) yang fluktuatif sehingga diundur ke tanggal 16 September," ujar Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata kepada detikFinance, Rabu (26/8/2015).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi itu akan menerbitkan 1.817.892.144 lembar saham baru dengan target Rp 2,745 triliun. Tadinya saham baru ini akan diterbitkan awal September.
Namun ketika ditanya apakah proyek LRT akan molor lagi? Simak penjelasan Adhi Karya di sini.
(ang/dnl)










































