Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, mengatakan saat ini perusahaan pelat merah itu sedang membangun 13 ruas jalan tol Trans Jawa, termasuk Solo-Ngawi-Kertosno yang ditargetkan selesai 2017.
"Berkenaan dengan itu, untuk mendukung penyelesaian pembangunan Solo-Ngawi-Kertosono pada tahun 2017 dibutuhkan tambahan dana ekuitas dari pemegang saham," tuturnya dalam Rapat dengar Pendappat dengan Komisi VI, DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu PMN akan berdampak positif," tuturnya.
Adit mengatakan, PMN yang diusulkan sebesar Rp 1,25 triliun tersebut juga bakal digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan dalam mempercepat pembangunan jalan tol.
Dikatakan Adit, debt to equity ratio (DER) perseroan di tahun 2019 nanti mencapai 5,36% jika perseroan tidak mendapatkan PMN. Sedangkan jika PMN disuntikkan ke Jasa Marga, Adit mengatakan DEN mencapai 4,38%.
"Tahun 2019 apabila kami tak mendapatkan bantuan (PMN), Jasa Marga tidak bisa bangun apapun lagi. Karena kami sudah melewati 5%. Dengan Rp 1,25 triliun, kita masih ada room 4,38%. Kita bisa tambah ruas baru. Kita akan nambah Jakarta-Cikampek 2," katanya.
"Sebagian ruas yang ada di Jateng, yaitu Pemalang-Batang-Semarang. Kalau kita dapat lebih dari Rp 1,2 triliun. Kami mendapatkan ruas yang luar biasa. Rp 1,25 triliun itu sangat luar biasa," imbuhnya.
(zul/ang)











































