Bangun Kereta Cepat Hingga Pelabuhan, PTPP Minta Suntikan Modal Rp 2 T

Bangun Kereta Cepat Hingga Pelabuhan, PTPP Minta Suntikan Modal Rp 2 T

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2015 20:08 WIB
Bangun Kereta Cepat Hingga Pelabuhan, PTPP Minta Suntikan Modal Rp 2 T
Shinkansen di Stasiun Tokyo (Foto: Angga/detikFinance)
Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) minta penambahan modal dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut bakal digunakan untuk membangun kereta cepat, pelabuhan hingga jalan tol.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur PTPP, Bambang Triwibowo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

"PMN sebesar Rp 2 triliun dan rights issue sebesar Rp 1,9 triliun akan digunakan untuk mengembangkan pelabuhan, membangun pelabuhan, high speed train dan jalan tol," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang merinci, beberapa proyek yang bakal dibangun dengan menggunakan PMN di antaranya adalah pelabuhan di Kawasan Industri Kuala Tanjung dengan total investasi Rp 8 triliun.

"Share PTPP 35%, jadi Rp 2,8 triliun, dengan dana ekuitas Rp 840 miliar dan loan Rp 1,96 triliun," katanya.

Selain itu, di Kuala Tanjung juga PTPP bakal membangun terminal pelabuhan multifungsi dengan porsi investasi PT Pp sebesar Rp 770 miliar dari total Rp 3,08 triliun.

"Lalu high speed train Jakarta-Bandung dengan investasi Rp 60 triliun, porsi PTPP, 5%, yaitu Rp 3 triliun. Menggunakan dana ekuitas Rp 900 miliar," tambahnya.

Bambang juga mengatakan, PT PP juga mendapatkan porsi untuk membangun beberapa ruas jalan tol di antaranya Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Manado-Bitung, Medan Kualanamu-Tebing Tinggi, Batang-Semarang, dan 6 ruas tol dalam kota Jakarta.

"Dengan penambahan PMN sebesar Rp 2 triliun, dan rights issue sebesar Rp 1,9 triliun maka kepemilikan pemerintah tidak akan terdelusi dan tetap 51%," ujar Bambang.

(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads