Menutup perdagangan, Rabu (26/8/2015), IHSG naik 9,232 poin (0,22%) ke level 4.237,733. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,542 poin (0,36%) ke level 710,805.
Semalam Wall Street kembali naik untuk 2 hari berturut-turut. Di hari Kamis, Wall Street melesat 2% lebih. Ini karena membaiknya perekonomian AS, dan memunculkan optimisme bahwa gejolak telah usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan didorong oleh sentimen positif dari bursa global dan regional. Saham-saham unggulan berpotensi menguat.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melompat 442,95 poin (2,38%) ke level 19.017,39.
- Indeks Straits Times menanjak 45,64 poin (1,55%) ke level 2.991,07.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
IHSG ditutup menguat cukup signifikan seiring dengan apresiasi rupiah yang saat ini sudah berada di bawah level 14.000. IHSG ditutup naik 4,55%, ke level 4,430.63. Semua sektor ditutup menguat, dimana penguatan tertinggi terjadi pada sektor finance dan consumer goods yang masing-masing menguat sebesar 5.79% dan 5.44%. Pelaku pasar merespon positif langkah- langkah yang diambil pemerintah dalam mengantisipasi permasalah ekonomi. Selain itu rencana buyback saham yang akan dilakukan oleh sejumlah emiten juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan kemarin. Penguatan IHSG inline dengan penguatan yang terjadi di bursa Asia Pelaku pasar asing mencatatkan net buy sebesar Rp 218.59 miliar.
Akhir perdagangan semalam indeks bursa Wall Street ditutup naik cukup signifikan melanjutkan penguatan pada hari sebelumnya. Indeks Dow Jones naik sebesar 2.27% ke level 16,654.77, indeks S&P 500 menguat sebesar 2.43% ke level 1,987.66 dan indeks Nasdaq naik sebesar 2,45% kee level 4,812.71. Rilisnya data-data AS yang positif pada perdagangan semalam seperti; GDP growth rate kuatal II yang naik sebesar 3.7% dari sebelumnya 0.6% dan diikuti oleh Corporate Profits kuartal II yang naik cukup signidfkan dari sebelumnya berada posisi -2%, mengkat sebesar 2.2%, menjadi katalis positif bursa AS untuk melanjutkan rebound. Perbaikan kondisi perekonomian yang terjadi di AS saat ini membuat pelaku pasar yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September mendatang.
IHSG kami perkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Secara teknikal, indikator MFI dan RSI terlihat bergerak naik sejalan dengan indicator Stochastic Oscillator yang juga bergerak menguat dan terlihat mulai meninggalkan area oversold. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 4370-4490.
First Asia Capital
Redanya tekanan jual di pasar saham global dan kawasan dan harga saham sektoral yang sudah murah, memicu rally di pasar saham kemarin. IHSG berhasil melanjutkan rebound naik signifikan hingga 4,5% atau 192,899 poin di 4.430,632.
Nilai transaksi meningkat mencapai Rp 5,73 triliun, dan asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp 218,6 miliar setelah hampir sepanjang Agustus ini mencatatkan penjualan bersih hingga mencapai Rp 10 triliun.
Penguatan IHSG kemarin lebih dipicu rendahnya gejolak di pasar saham China pasca keputusan PBoC menurunkan tingkat bunga pinjaman sebesar 25 bp menjadi 4,6%.
Sedangkan dari Wall Street, pasar merespons positif perkiraan penundaan kenaikan tingkat bunga The Fed, dari sebelumnya September hingga akhir tahun. Indeks The MSCI Emerging Market kemarin naik 2,7%.
Sementara bursa global tadi malam melanjutkan rally menyusul rendahnya kekhawatiran atas perekonomian China dan data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2015 yang di atas ekspektasi.
Indeks Eurostoxx di zona Euro menguat 3,47% di 3.280,78. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,27% dan 2,43% tutup di 16.654,27 dan 1.987,66. Penguatan di Wall Street turut ditopang kenaikan saham sektor energi setelah harga minyak mentah di AS tadi malam melonjak 10% di US$ 42,78barel.
Sebelumnya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II-2015 mencapai 3,7% (q to q) melampaui perkiraan 3,2%, dan pertumbuhan kuartal sebelumnya 2,3%. Pasar juga menyambut positif kemungkinan tertundanya kenaikan tingkat bunga The Fed yang tadinya diperkirakan September menjadi kemungkinan akhir tahun ini. Lonjakan harga minyak mentah tadi malam selain ditopang angka pertumbuhan ekonomi AS, juga turut dipicu rencana Venezuela yang akan meminta OPEC melaksanakan pertemuan darurat, membahas pemotongan produksi menyusul anjloknya harga minyak mentah sepanjang tahun ini.
Dengan kondisi pasar global yang bullish dan kenaikan harga minyak mentah, berdampak positif bagi saham berbasiskan komoditas, akan mendorong aksi beli lanjutan pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menembus level 4.500. Sedangkan level support bergeser ke 4.385.
(ang/ang)











































