Banyak Sentimen Negatif, IHSG Rawan Koreksi

Rekomendasi Saham

Banyak Sentimen Negatif, IHSG Rawan Koreksi

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 07 Sep 2015 08:55 WIB
Banyak Sentimen Negatif, IHSG Rawan Koreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu melemah 17 poin mengikuti koreksi pasar saham Asia. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia mendorong investor lepas saham

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2015), IHSG ditutup terkoreksi 17,768 poin (0,40%) ke level 4.415,343. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,324 poin (0,44%) ke level 749,847.

Bursa saham Wall Street jatuh 1% lebih pada perdagangan Jumat akhir pekan, setelah data tenaga kerja di bawah ekspektasi para ekonom. Ini membuat munculnya ketidakpastian apakah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan bunga acuannya bulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones turun 1,66% menjadi 16.102,38. Indeks S&P 500 turun 1,53% menjadi 1.921,23. Dan indeks Nasdaq turun 1,05% menjadi 4.683,92.

Hari ini IHSG diperkirakan rawan koreksi gara-gara sentimen negatif dari pasar Asia. Aksi jual investor asing diprediksi kembali muncul.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menipis 2,96 poin (0,02%) ke level 17.789,20.
  • Indeks Straits Times melemah 21,88 poin (0,76%) ke level 2.841,93.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Akhir perdagangan pekan kemarin IHSG kembali terjelembab ke zona merah dengan terkoreksi sebesar 0.40% ke level 4,415.34. Dari 10 Sektor, hanya 4 sektor yang berhasil menguat, diantaranya indeks sektor MISC Industry, Agriculture, Consumer Goods dan indeks Manufacture. Aksi profit taking investor masih terus dilakukan seiring belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan didukung oleh rupiah yang terus terdepresiasi seiring masih tingginya capital outflow ditengah ketidakpastian global. Pelaku pasar asing mencatatkan net sell sebesar Rp 58.65 miliar. Hal yang sama juga dirasakan oleh bursa Asia, dimana semua bursa Asia ditutup terkoreksi pada perdagangan akhir pekan kemari, bursa Jepang mengalami penurunan terdalam yaitu sebesar 2.15% ke level 17,792.16.

Sementara itu indeks bursa Wall Street juga ikut mengalami kejatuhan ditengah positifnya data AS yang di nanti-nanti oleh pelaku pasar diantaranya data tingkat pengangguran yang turun menjadi 5.1% dari sebelumnya 5.3%. Saat ini pelaku pasar nampaknya masih wait and see hingga pengumuman kenaikan tingkat suku bunga The Fed yang rilis pada bulan ini.

Hal yang sama juga dirasakan oleh bursa Eropa, dimana indeks utama Eropa juga mengalami koreksi yang cukup signifikan dengan penurunan diatas 2%. Indeks FTSE 100 turun sebesar 2.44%, indeks CAC 40 melemah sebesare 2.81% ke level 4,523.08 dan indeks DAX turun sebesar 2.71% ke level 10,038.04.

Kami perkirakan IHSG hari ini akan rawan koreksi. Secara teknikal, indicator MFI dan RSI terlihat bergerak melemah. Sedangkan indicator Stochastic Oscillator bergerak sideways. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4365-4465.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi. Indeks turun sebesar -17 poin (-0,40%) ke 4.415

Secara jangka pendek, IHSG akan terkonsolidasi di kisaran 4.300-4.500. Di mana MA 20 D akan berfungsi sebagai resistance dan gap yang terjadi (4.237-4.295) akan befungsi sebagai support.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.350–4.511.

Indeks bursa saham AS ditutup turun pada akhir perdagangan pekan kemarin, yang diikuti oleh indeks bursa saham Eropa. Sementara indeks bursa saham Asia ditutup bervariasi.

Minyak (Oil WTI) ditutup turun sebesar US$ 0,92 menjadi US$ 45,77, atau turun sebesar 1,97%. Emas ditutup turun US$ 2,20 atau 0,20% menjadi US$ 1.122.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads