Adhi Karya Segera Rights Issue Rp 2,7 T untuk Modal Bangun LRT

Adhi Karya Segera Rights Issue Rp 2,7 T untuk Modal Bangun LRT

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 19:35 WIB
Adhi Karya Segera Rights Issue Rp 2,7 T untuk Modal Bangun LRT
foto: proses groundbreaking LRT Jabodebek
Jakarta -

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melakukan penerbitan saham baru (rights issue). Adhi Karya akan menerbitkan 1.759.529.376 lembar saham baru dengan target dana segar yang diperoleh Rp 2,74 triliun.

Dana tersebut akan dipakai membiayai pengembangan angkutan kereta perkotaan (Light Rail Transit/LRT) Jabodabek dan area komersial (Transit Oriented Development) di sekitar area stasiun LRT.

"Dana hasil rights issue dipakai untuk membiayai LRT dan TOD. TOD di sini membangun park and ride serta area komersial sepanjang jalur LRT," kata Corporate Secretary Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata kepada detikFinance, Selasa (22/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program rights issue BUMN konstruksi ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung sore tadi di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta Selatan.

Dalam RUPSLB, masa perdagangan saham dari program rights issue berlangsung pada periode 7-13 Oktober 2015.

"Harganya pelaksanaan pada prospektus Rp 1.560/lembar," jelasnya.

Nantinya, saham baru tersebut akan diserap oleh pemegang saham lama dengan nilai Rp 1,3 triliun sedangkan Rp 1,4 triliun diserap oleh dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

Pemegang saham lama akan memperoleh prioritas menyerap saham baru. Bila tidak bersedia membeli, underwriter yang ditunjuk akan memberi prioritas kepada pemegang saham existing yang telah mengajukan penawaran lebih. Bila masih tersisa, saham baru akan diserap oleh stand by buyer.

"Kita targetkan terserap 100%," tegasnya.

Seperti diketahui, Adhi Karya akan membangun LRT rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km dengan total biaya investasi pembangunan tahap pertama ini sebesar Rp 23,817 triliun. Dana tersebut dipakai membangun prasarana kereta seperti stasiun, jalur hingga depo kereta.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads