Dolar AS Makin Lemah, BI: Banyak Spekulan Cut Loss

Dolar AS Makin Lemah, BI: Banyak Spekulan Cut Loss

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2015 17:41 WIB
Dolar AS Makin Lemah, BI: Banyak Spekulan Cut Loss
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini turun sangat dalam terhadap rupiah. Banyak spekulan yang terpaksa menjual rugi alias cut loss dolar AS.

Deputi Gubernur Senior BI mengatakan, Mirza Adityaswara, mengatakan situasi di pasar keuangan dalam negeri saat ini makin membaik. Ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya.

"Eksternal itu adalah angka-angka dari ekonomi AS yang memang sedikit ada pelemahan, terutama di employment (tenaga kerja). Lalu ada konsekuensi dari kenaikan suku bunga yang mulai bergeser," katanya saat jumpa pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya banyak pelaku pasar yang memprediksi suku bunga The Fed naik di Oktober atau Desember tapi ternyata prediksinya berubah hingga ke triwulan I atau II tahun depan.

"Ini membuat pasar keuangan terjadi pembalikan. Jadi para spekulan yang beberapa bulan sebelumnya sudah beli dolar lebih awal, kini lakukan cut loss," jelasnya.

Akibatnya, rupiah pun semakin menguat. Fenomena pelemahan dolar AS ini, kata Mirza, terjadi di negara-negara berkembang lain, termasuk Malaysia yang ringgitnya sudah berdarah-darah.

"Sementara faktor internal adalah respons postif pasar dari komitmen pemerintah yang sudah lakukan deregulasi. Paket I, II, III yang sudah dikeluarkan memang disambut positif," katanya.

Paket ekonomi tersebut, kata Mirza, menunjukkan komitmen pemerintah dan BI dalam melakukan reformasi ekonomi. Dalam jangka panjang, untaian paket kebijakan itu akan bisa menurunkan inflasi.

"Selain itu dalam jangka menengah panjang akan menambah suplai valas di Indonesia," tambahmnya.

(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads