Dapat Suntikan Modal Rp 3,5 Triliun, Antam Bereskan Smelter di Halmahera

Dapat Suntikan Modal Rp 3,5 Triliun, Antam Bereskan Smelter di Halmahera

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2015 18:48 WIB
Dapat Suntikan Modal Rp 3,5 Triliun, Antam Bereskan Smelter di Halmahera
Foto: Lani/detikFinance
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tahun ini mendapat alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,5 triliun. PMN akan dikombinasikan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan rencana penggunaan dana guna mendanai pembangunan proyek pengembangan pabrik feronikel Halmahera Timur (P3FH) Tahap I.

Antam hari ini mengumpulkan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai bagian dari proses pelaksanaan right issue di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

"RUPSLB ini untuk rights issue PT Antam di mana pemerintah sudah ada dana yang akan masuk ke Rp 3,5 triliun. Awalnya kami pernah meminta Rp 7 triliun untuk proyek selain P3FP yaitu Halmahera Timur dan lainnya yang butuh dana untuk pembangunan infrastruktur. Pemerintah sepakat memberi separuhnya saja yaitu Rp 3,5 triliun," ungkap Tedi Badrujaman, Direktur Utama PT Antam ditemui usai RUPS LB di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antam, kata Tedi, akan menggunakan dana tersebut untuk fokus membangun pabrik feronikel berkapasitas 27.000-30.000 TNi yang akan dibagi menjadi dua fase.

"Akan dibangun dalam dua fase. Listriknya akan kita bangun IPP. Dana Rp 3,5 triliun untuk P3FH fase I. Sisa kebutuhan dana akan kita cari dari pinjaman atau akses lainnya. Kami juga belum lama ini merekrut direktur baru dari Bank of Tokyo. Diharapkan ini menjadi langkah mempermudah mencari akses pendanaan," jelas Tedi.

Agenda hari ini, sebagai tindak lanjut perolehan alokasi dana PMN yang harus melalui rights issue. "Sebesar 65% dana sudah masuk. Harapan kami nanti 35% bisa masuk sehingga Rp 1,89 triliun dana bisa masuk lagi, ini harap—harap cemas kami berdoa agar terkumpul. Setiap 310 lembar saham baru akan mendapat 471 lembar saham baru. Kami harap 28 Okrober mendatang bisa mengambil haknya. Pemegang saham bisa menarik full semua melaksanakan haknya," terang Tedi.

Antam masih berfokus menyelesaikan Fase I P3FH sehingga, lanjut Tedi, pendanaan untuk proyek Fase II belum ditentukan.

"Fokus akan mengalir ke P3FH Fase I yang semula slow down akan diteruskan lagi. Proses tender akan dilakukan dengan mempercepat prosesnya. Persetujuan hari ini, proyek tersebut bisa jalan dan menggeliat lagi yang sebelumnya cukup lama kami suspend," ujar Tedi.

Tedi menjelaskan, kapasitas produksi pabrik feronikel rencananya akan ditingkatkan. Proyek P3FH Fase I berkapasitas 13.500-15.000 TNI per tahun dan diperkirakan selesai pada 2018. Sampai dengan 31 Agustus 2015 P3FH telah menyelesaikan 6% tahap konstruksi. Beberapa yang sudah selesai dibangun di antaranya fasilitas pendukung di seperti camp site, main office, part and jetty dan water intake facility.

Selain proyek P3FH, perkembangan proyek lain yaitu proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP), tahap engineering, procurement and construction (EPC) telah mencapai 95,18%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads