IHSG Diprediksi Masih akan Berlanjut

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Masih akan Berlanjut

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2015 08:57 WIB
IHSG Diprediksi Masih akan Berlanjut
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh hingga 136 poin atau 2,97% gara-gara marak aksi jual. Rata-rata tiap sektor saham terpangkas hingga lebih dari dua persen.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (29/10/2015), IHSG ditutup terjun 136,719 poin (2,97%) ke level 4.472,021. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 30,454 poin (3,83%) ke level 765,526.

Wall Street ditutup negatif gara-gara koreksi di saham teknologi. Pelaku pasar melihat peluang naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) akhir tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 23,72 poin (0,13%) ke level 17.755,8, Indeks S&P 500 menipis 0,94 poin (0,04%) ke level 2.089,41 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 21,42 poin (0,42%) ke level 5.074,27.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan melemah jika melihat sentimen yang beredar. Aksi jual asing pun diperkirakan berlanjut.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari:

  • Indeks Nikkei 225 menipis 7,23 poin (0,04%) ke level 18.928,48.
  • Indeks Straits Times melemah 21,10 poin (0,70%) ke level 2.980,41.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebesar -136 poin (-2,97%) ke 4.472.

IHSG masih membentuk pola "double bottom" di mana, pada penutupan 29 oktober 2015 harga berada mendekati short term support (kisaran 4.445) yang akan menjadi kunci penting dari pola double bottom ini. Selama IHSG masih ditutup berada diatas short term support, maka koreksi yang terjadi terindikasi throw back. Namun jika short term support berhasil dilewati kebawah maka pola double bottom ini akan terpatahkan atau gagal. Kunci penting dari IHSG adalah berada pada area gap yang terjadi di area 4.343 - 4.381 akan menjadi support jangka pendek-menengah yang akan menjadi kunci pergerakan IHSG selanjutnya.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.343 – 4.560

Indeks bursa AS ditutup turun tipis. DJIA -0,13%, S&P500 -0,04% dan Nasdaq - 0,42%
Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup trurn. Indeks FTSE100 di Inggris -0,65%, sedangkan indeks DAX di Jerman -0,04% dan CAC di Perancis -0,10%.

Dari Asia, indeks saham ditutup bervariasi. Indeks Hang Seng di Hong Kong- 0,60% dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,17%.

Emas ditutup di US$ 1.145,50 per troy ounce atau -0,88%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 45,75 per barel atau -0,91%.

First Asia Capital
Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan saham kemarin. IHSG terkoreksi tajam 136,719 poin (2,97%) di 4472,021. Ini merupakan koreksi dalam tiga hari perdagangan berturut-turut dan posisi penutupan IHSG terendah sejak 7 Oktober lalu. Koreksi IHSG kemarin terutama dipicu penjualan bersih asing yang mencapai Rp999 miliar. Meningkatnya kekhawatiran pasar dipicu kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, hasil pertemuan The Fed yang memberikan peluang kenaikan tingkat bunga Desember mendatang telah memicu kembali resiko capital outflow di pasar saham emerging market kemarin. Ini tercermin dari The MSCI Emerging Market index kemarin koreksi 1,7% di 846,14.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin kembali melemah 1% di Rp13619. Sedangkan dari domestik, sentimen negatif muncul dari kekhawatiran deadlock pembahasan RAPBN 2016 menjelang batas waktu akhir Oktober ini ditambah dengan pencapaian laba kuartal tiga sejumlah emiten unggulan di bawah ekspektasi. Sementara Wall Street tadi malam kembali koreksi dalam rentang terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,13% dan 0,04% tutup di 17755,80 dan 2089,41. Harga komoditas kemarin kembali melemah seperti harga minyak mentah turun 0,41% di USD45,75/barel dan harga emas turun 2,6% di USD1145,50/t.oz. Pasar saham Wall Street bergerak konsolidasi mengantisipasi rencana The Fed menaikkan tingkat bunganya Desember mendatang.

Pada perdagangan akhir pekan sekaligus akhir Oktober, IHSG diperkirakan akan mencoba keluar dari tekanan jual menyusul persetujuan Banggar DPR atas RAPBN 2016 senilai Rp2095,7 triliun tadi malam. Namun rilis laba sejumlah emiten yang kurang menggembirakan dan resiko capital outflow yang kembali meningkat menyusul rencana kenaikan tingkat bunga The Fed bisa menahan aksi beli pemodal. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di 4425 dan resisten di 4560 berpeluang rebound terbatas. Β 

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads