IHSG Masih Lanjutkan Koreksi

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Lanjutkan Koreksi

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 02 Nov 2015 08:54 WIB
IHSG Masih Lanjutkan Koreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu bergerak dalam rentang yang tipis sebelum akhirnya ditutup turun tipis 16 poin. Dana asing Rp 800 miliar keluar dari lantai bursa.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (30/10/2015), IHSG terpangkas 16,842 poin (0,38%) ke level 4.455,180. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,792 poin (0,76%) ke level 759,734.

Wall Street terkena koreksi akibat banyak laporan keuangan emiten yang tidak sesuai prediksi. Selama Oktober pasar saham Paman Sam masih positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks The Dow Jones turun 92,26 poin (0,52%) ke level 17.663,54, Indeks S&P 500 kehilangan 10,05 poin (0,48%) ke level 2.079,36 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 20,53 poin (0,4%) ke level 5.053,75.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan koreksi menjelang pengumuman tingkat inflasi. Bursa global dan regional juga memberi sentimen negatif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 jatuh 321,71 poin (1,69%) ke level 18.761,39.
  • Indeks Straits Times anjlok 41,92 poin (1,40%) ke level 2.956,43.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebesar ‐16 poin (‐0,38%) ke 4.455.

IHSG ditutup tertahan di support terdekat di area 4.440‐4.450. Area support ini akan menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek‐menengah.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.381 – 4.522. Indeks bursa AS ditutup terkoreksi. DJIA ‐0,52%, S&P500 ‐0,48% dan Nasdaq ‐ 0,40%.

Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup bervariasi. Indeks FTSE100 di Inggris ‐ 0,54%, sedangkan indeks DAX di Jerman 0,46% dan CAC di Perancis 0,24%.

Dari Asia, indeks saham ditutup bervariasi. Indeks Hang Seng di Hong Kong 0,79% dan indeks Nikkei 225 di Jepang 0,78%.

Emas ditutup di US$ 1.141,70 per troy ounce atau ‐0,33%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 46,39 per barel atau 1,40%.

OSO Securities
Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat kemarin (30/10) nampaknya belum mampu keluar dari zona merah. IHSG masih bergerak melemah pada perdagangan kemarin yakni turun sebesar 0.38% atau berkurang 16.84 poin ke level 4,455.18 dari sebelumnya berada di level 4,472.02.

Ketidakmampuan beberapa emiten untuk menunjukkan hasil kinerja yang kurang memuaskan menahan laju IHSG untuk bergerak naik. selain itu, pelemahan IHSG didukung dari kembalinya aksi ambil untung yang masih dilakukan para investor asing sejak beberapa hari lalu dimana investor membukukan net sell sebesar Rp 807.67 miliar. Kemarin beberapa indeks sektoral mencatatkan penguatan setelah seluruh indeks sempat anjlok. Kenaikan tertinggi dipimpin sektor misc industry yang ditutup menguat sebesar 1.76%, kemudian disusul sektor agri yang naik 0.87%.

Mayoritas bursa Asia merosot diikuti data Non Manufacturing PMI China bulan Oktober yang mengalami penurunan dari 53.4 menjadi 53.1. Sementara itu, di tengah keputusan BOJ yang lebih memilih menahan untuk memperluas program stimulus besar-besaran, bursa Jepang justru mengalami penguatan. Kemungkinan BOJ juga masih menunggu apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini atau tidak.

Rilisnya data Michigan Consumer Sentiment Final bulan Oktober yang sedikit membaik menjadi 90 dari sebelumnya hanya mencapai 87.2, belum mampu memberikan dampak positif bagi pergerakan bursa Wall Steet. Beberapa indeks utama di bursa AS mencatatkan pelemahan dimana indeks Dow Jones melemah sebesar 0.52%, indeks S&P 500 turun 0.48% dan indeks Nasdaq mengalmai koreksi sebesar 0.40%.

Berbeda halnya dengan indeks utama di Zona Euro, dimana indeks rata-rata ditutup mengalami kenaikan meski tipis. Beberapa data ekonomi euro area yang membaik cukup mampu memberikan sentiment positif terhadap pergerakan bursa Eropa. Adapun data yang dirilis yaitu: Data inflation rate YoY Flash bulan Oktober menjadi positif di level 0.00% dari -0.1%, serta data unemployment rate bulan September yang sedikit turun menjadi 10.8%.

Kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melanjutkan pelemahan. Secara teknikal, indikator MACD Histogram sudah menunjukkan pelemahan. Sama halnya dengan indicator RSI dan Stochastic Oscillatoryang juga bergerak turun menembus area netral. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4410-4485.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads