Skema tabungan saham ini nantinya akan dipotong dari rekening bank peserta setiap bulannya, sehingga calon investor tak perlu membuka rekening khusus untuk transaksi saham.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan, rekening nasabah tabungan saham ini nantinya akan terpotong secara autodebet sebesar Rp 250.000 per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Tito, sudah ada 25 perusahaan sekuritas (broker) dan 24 reksa dana yang berpartisipasi dalam program ini. Tabungan saham sendiri baru akan diluncurkan pada 9 November nanti, atau bersamaan dengan penyelenggaraan Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME).
Menurutnya, nasabah pun bebas memilih saham emiten mana saja yang bisa dibeli setiap satu bulan tersebut. Skemanya hampir sama dengan pembelian saham lewat broker pada umumnya. Yang berbeda, tabungan saham membuat investor bisa menyicil pembelian saham atau reksa dana.
"Beli reksa dana atau saham X, kamu tinggal bilang ke broker tolong belikan saham X dengan uang yang sudah di-autodebet. Nanti dalam setahun you sudah punya saham emiten-emiten ini dalam jumlah sekian. Kalau mau jual silakan," jelas Tito.
Persyaratan investor pun tak sulit. Tito mengungkapkan, calon investor hanya perlu rekening bank yang didaftarkan ke broker dan sudah berumur 18 tahun ke atas.
"Yang penting sudah punya KTP. Prinsipnya, saham dalam jangka panjang itu secara teoritis dan fakta return itu bisa 24% dalam 5-10 tahun. Dalam 10 tahun terakhir IHSG kita selalu naik 24%. Saya mau tabungan saham ini jadi kaya kesuksesan keluarga berencana dulu, masyarakat harus sadar investasi," pungkasnya.
(ang/ang)











































